Bupati Sintang Sebut Dana Pembangunan Rumah Ibadah Banyak Tersedot di Perkotaan

oleh
Bupati Sintang, Jarot Winarno

SINTANG, KN – Pemerintah Kabupaten Sintang, menyediakan anggaran khusus untuk pembangunan rumah ibadah bagi seluruh umat beragama di Kabupaten Sintang, setiap tahunnya.

Bahkan, pada tahun 2020 lalu, Pemerintah Kabupaten Sintang menganggarkan alokasi dana untuk pembangunan rumah ibadah sebesar 12 Milyar untuk pembangunan rumah ibadah. Dana itu dibagi-bagi untuk beberapa rumah ibadah umat beragama di Sintang.

Akan tetapi, dana tersebut diakui lebih banyak terserap untuk pembangunan rumah ibadah di perkotaan Sintang.

“Pemerintah banyak menyiapkan dana untuk pembangunan rumah ibadah, sayangnya banyak tersedot di perkotaan,” ungkap Bupati Sintang, Jarot Winarno.

Menurut Jarot, Pemkab Sintang adil dalam memberikan alokasi untuk pembangunan rumah ibadah semua agama di Kabupaten Sintang. Hal ini, sesuai dengan visi misi Pemkab Sintang yang ingin masyarakat cerdas, sehat, maju, harus religius dan sejahtera, serta ditopang tatakelola pemerintahan yang baik dan bersih.

“Kami bersikap adil dengan memberikan bantuan untuk umat Katolik, Islam dan Kristen Protestan masing-masing 5 milyar setiap tahun. Diluar itu masih ada dana lain untuk sarana rumah ibadah dan kegiatan keagamaan seperti dana reses dan bantuan kami juga ada,” jelas Jarot.

Supaya dana pembangunan rumah ibadah tidak Cuma mengalir di wilayah perkotaan, Jarot kedepan berencana mengubah skema bantuan, agar dana yang sudah disiapkan dapat sampai ke desa-desa yang membutuhkan sarana tempat ibadah. “Saya akan mengubah. Maunya dana yang kita siapkan bisa mengalir sampai di kampung-kampung. Silahkan bikin proposal, satu ke kesrsa satu tembusan ke bupati,” katanya.

Jarot memastikan, pemerintah akan terus membantu sarana ibadah di Kabupaten Sintang. “Kami ingin tempat ibadah bisa dibangun dengan baik. Visi dan misi masyarakat yang religius tidak akan tercapai kalau sarana rumah ibadah tidak baik,” jelasnya. (GS)