Bupati Sintang Tinjau Harga dan Stock Gas Elpiji di Pasar

oleh

Melambungnya harga gas elpiji 12 kilogram secara nasional, tidak terlalu berdampak bagi masyarakat pengguna gas 12 kilogram di Kabupaten Sintang. <p style="text-align: justify;">Namun ketakutan tersebut muncul pasca kenaikan gas elpiji adalah langkanya gas dipasaran layaknya bahan bakar minyak beberapa waktu yang lalu.<br /><br />Tingginya harga gas 12 kilogram dikabupaten Sintang memang cukup mengejutkan, sebab dari harga eceran yang sebelumnya Rp 125000 pertabung melonjak hingga Rp 180.000 pertabung dikios-kios eceran.<br /><br />Meski demikian tidak terlihat adanya keluhan dari warga termasuk para pedagang pengguna gas elpiji 12 kilogram.<br />Tono, salah satu pemilik warung kopi di simpang lima, mengaku tidak begitu kewalahan akan kenaikan harga gas, namun ketakutan yang terjadi justru kelangkaan gas dipasaran.<br /><br />“Kita tidak terlalu kuatir dengan harga gas elpiji 12 kilogram yang naik secara nasional, namun yang kita kuatirkan, jika gas elpiji itu langka, kalau sudah langka mau masak pakai apa kita, kata Tono”.<br /><br />Sementara itu Bupati Sintang, Drs. Milton Crosby, M.Si dalam peninjauan harga dan stock  gas elpiji Senin (06/01/2014), mengatakan stock gas 12 kilogram di Kabupaten Sintang, untuk saat ini terbilang cukup, sedangkan kenaikan harga tidak begitu berpengaruh dengan daya beli masyarakat.<br /><br />“Hanya saja ketakutan yang ada pada masyarakat justru muncul adanya kelangkaan gas layaknya kelangkaan BBM yang kerap kali terjadi pada musim-musim tertentu”, jelas bupati. <strong>(das/sgy)</strong></p> <p style="text-align: justify;"><em><strong>Poto:Dok 86.com</strong></em></p>