Bupati Sintang Ungkap Baru Satu Perusahaan yang Punya Perjanjian Kerja Bersama Sektor Sawit

oleh

SINTANG, KN – Bupati Sintang, Jarot Winarno mengungkapkan dari 50 perusahaan sektor perkebunan sawit di Kabupaten Sintang, baru ada satu perusahaan yang sudah membuat Perjanjian Kerja Bersama (PKB).

Hal itu diungkapkan Jarot saat menghadiri sekaligus membuka kegiatan Pelatihan Negosiasi Efektif Dalam Penyusunan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) sektor sawit Kalimantan Barat, di Ballroom Hotel My Home Sintang, Selasa (30/03/2021).

Jarot menilai kegiatan ini laksanakan oleh Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Provinsi Kalimantan Barat dan juga di fasilitasi oleh CNV Internasional, ini sangat penting, terlebih di Kabupaten Sintang masih banyak perusahaan banyak yang belum membuat Perjanjian Kerja Bersama (PKB).

“Ternyata saya cek tadi yang sudah membuat PKB itu baru 1 perusahaan, bayangkan tu dari 50 perusahaan, mudah-mudahan nanti bertambah lah, jangan hanya 1 atau 2 saja,” ungkapnya.

Menurut Jarot, Pemkab Sintang berkomitmen membangun sintang Lestari yang merupakan salah satu inisiator pendiri yang namanya Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL).

Sehingga Jarot menginginkan seluruh komoditas yang berasal dari Kabupaten Sintang adalah komoditas yang berkelanjutan. Ada beberapa komoditas unggulan di Kabupaten Sintang ini yakni sawit, karet dan lada.

“Sawit ini sudah mulai kita batasi. Kalau ada perusahaan sawit yang bakar lahannya untuk nanam sawit kita cabut izinnya. Kalau ada yang mengelola harus ikuti protokol reservasi gambutnya, dan selanjutnya tidak terkena kawasan hutan. Sekarang ini saya jamin 50 perusahaan sawit yang ada di sintang seluruhnya tidak terkena kawasan hutan dan jangan sampai membakar lahan untuk nanam sawit,” tegas Jarot.

Panitia kegiatan, Indris Sitepu mengatakan tujuaan dari pada kegiatan ini ialah untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan anggota-anggota serikat buruh agar selalu adanya ruang dialog guna mencapai hal-hal yang menguntungkan.

“Kami laporkan kepada pak bupati, bahwa kegiatan pelatihan negosiasi efektif dalam penyusunan PKB titik kumpulnya di sintang, namun mengcover lima kabupaten. Jadi peserta yang hadir ini ada yang dari sanggau, sekadau, kapuas hulu dan melawi,”kata Idris.

Untuk itulah, Idris berharap, dengan adanya kegiatan ini semoga kedepannya kemitraan antara pengusaha, serikat buruh dengan pemerintah terkait khususnya Disnakertran bisa ke tahap yang lebih positif atau bermanfaat. (GS)