Bursa Saham Asia Berjatuhan

oleh

Bursa saham Asia, Selasa, dibuka berjatuhan menyusul penurunan tajam yang terus berlanjut di Wall Street semalam, setelah Standard & Poor`s menurunkan peringkat utang Amerika Serikat yang belum pernah terjadi sebelumnya dari AAA menjadi AA+. <p style="text-align: justify;">Pasar saham AS anjlok lebih dari lima persen pada Senin waktu setempat, dengan Dow Jones Industrial Average kehilangan 634 poin, turun 5,6 persen berakhir pada posisi 10.809,85 penutupan terendah sejak Oktober lalu dan penurunan satu hari paling tajam dalam ukuran poin sejak krisis keuangan 2008.<br /><br />Indeks S&P 500 yang lebih luas turun 6,7 persen menjadi 1.119,46, sedangkan indeks komposit teknologi Nasdaq turun 6,9 persen menjadi 2.357,69, demikian seperti dikutip AFP.<br /&gt;<br />Dimulai dari pasar saham Selandia Baru, pasar Asia Pasifik yang memulai perdagangan pertama di Asia-Pasifik, dibuka turun 3,1 persen setelah penurunan peringkat kredit AS dan krisis utang Eropa. Indeks acuan NZX 50 turun 99,24 poin di 3.086,21 menambah penurunan 2,8 persen yang tercatat pada Senin.<br /><br />Diikuti pasar saham Australia yang jatuh 3,7 persen pada awal perdagangan dengan indeks acuan S & P/ASX 200 turun 147,1 poin menjadi 3.839,0 karena ketakutan terus mendominasi menyusul penurunan peringkat utang AS yang belum pernah terjadi sebelumnya oleh Standard & Poor`s.<br /><br />"Tidak ada yang akan terhindar tetapi sekali lagi kami perkirakan itu akan menjadi siklus, sektor-sektor yang lebih berisiko yang paling terkena dampaknya," kata analis IG Markets, Ben Potter seperti dikutip AFP.<br /><br />Sementara di Tokyo, harga saham anjlok lebih dari empat persen pada Selasa pagi, dengan indeks acuan Nikkei-225 di Tokyo Stock Exchange sempat merosot 4,16 persen sebelum diperdagangkan turun 372,67 poin atau 4,10 persen pada 8.724,89 pada perdagangan menjelang siang.<br /><br />Indeks patokan dibuka turun 2,04 persen dan cepat melebar di awal perdagangan, pada hari ketiga perdagangan berturut-turut turun tajam di bursa Tokyo.<br /><br />"Aksi jual global pada saham kemungkinan akan terus berlanjut, tapi kami perkirakan sudah mendekati klimaks menjual," kata Hiroichi Nishi, general manager pada SMBC Nikko Securities.<br /><br />Ia menambahkan bahwa langkah yang diambil oleh Federal Reserve AS untuk menggelar sebuah pertemuan dewan kebijakan pada Selasa pagi menjadi penting dalam membendung gejolak pasar di seluruh dunia.<br /><br />Selanjutnya, pasar saham Korea Selatan dibuka 3,29 persen lebih rendah dengan indeks KOSPI turun 61,57 poin di 1.807,88 dan terus menurun pada awal perdagangan. Setelah tujuh menit indeks menurun 4,2 persen di posisi 1.790,33.<br /><br />Saham Hong Kong juga anjlok 6,49 persen pada beberapa menit pertama perdagangan Selasa karena pasar global terus mengalami aksi jual setelah penurunan peringkat kredit AS pekan lalu.<br /><br />Indeks acuan Hang Seng jatuh 1.329,25 poin menjadi 19.161,32, turun di bawah 20.000 untuk pertama kalinya sejak 7 Juli tahun lalu.<br /><br />Sementara bursa saham Singapura tutup untuk hari libur publik, dan perdagangan akan dibuka kembali pada Rabu. <strong>(phs/Ant)</strong></p>