Cagub Demokrat Ditentukan Majelis Tinggi

oleh

Berniat maju sebagai calon Gubernur Kalbar dari Partai Demokrat, Milton Crosby sudah menyampaikan keinginannya itu kepada dua orang penting di partai tersebut ketika menghadiri Musda beberapa waktu lalu. Pengurus daerah hanya usulkan nama, keputusan akhir tetap di majelis tinggi partai. <p style="text-align: justify;">Ketua DPC Partai demokrat Kabupaten Sintang, Gregorius Igo menjelaskan perubahan konsep penjaringan dari komisi 9 ke majelis tinggi partai terjadi ketika kongres ke dua di Bandung.<br /><br />“Ketika itu Ketua Dewan Pembina  Bapak SBY bersama seluruh kader mengubah struktur kepartaian dalam rangka Demokrat ini menjadi lebih demokratis dan profesional sehinga ada beberapa struktur yang diubah secara radikal,” jelasnya.<br /><br />Ia mencontohkan, sekarang di DPP itu ada yang namanya direktur eksekutif, itu salah satunya, kemudian untuk pemilihan di tingkat tertentu sudah ada majelis tinggi partai yang diantaranya diisi oleh ketua dewan pembina, ketua umum partai dan beberaspa anggota lainnya.<br /><br />“Majelis hanya mementukan siapa yang bisa jadi calon legislatif DPRRI dan siapa yang jadi calon gubernur, untuk bupati boleh tim 9 yang terdiri dari unsur DPP, DPD dan DPC,” ujarnya.<br /><br /><br /><em><span style="font-size: small;"><strong>“Partai Demokrat sekarang sudah berbeda, semangatnya lebih bagaimana akhir dari produk partai ini untuk kesejahteraan rakyat, jadi dia tidak lagi komprontatif, tak sekadar berkompetisi yang kemudian tidak menghasilkan apa-apa” <br /><br />“Kalau Pak Milton sudah ketemu Pak Anas dan Ibas, pada dasarnya DPP tidak keberatan tetapi tetap saja lewat mekanisme di partai dan yang penting hasil survey,”<br /><br />–Gregorius Igo, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Sintang–</strong></span></em><br /><br /><br /><br />Karena semengatnya kata dia Gubernur adalah kepanjangan tangan dari pemerintah pusat sehingga DPP berkepentingan siapa yang akan dicalonkan, siapa orangnya termasuk anggota DPR RI.<br /><br />“Kita hanya usulkan, yang tentukan mereka di Majelis,” tukasnya.<br /><br />Ditanya apakah ketika Musda kemarin ada membicarakan sial Pilgub Kalbar 2012, ia menegaskan tidak karena menurut Igo, itu bukan forumnya. <br /><br />“Yang jelas lewat majelis tinggi partai, kita tidak lagi, paling nanti kita mengusulkan atau melakukan survey, jadi Majelis bisa berdasarkan survey, kalau survey tinggi oke, no problem,” tukasnya.<br /><br />Menurutnya, Partai Demokrat sekarang sudah berbeda, semangatnya lebih bagaimana akhir dari produk partai ini untuk kesejahteraan rakyat, jadi dia tidak lagi komprontatif, tak sekadar berkompetisi yang kemudian tidak menghasilkan apa-apa.<br /><br />“Kita lebih senang metodenya itu bersama-sama dengan banyak pihak yang akhirnya untuk kepentingan orang banyak, itu produk akhir yang diinginkan oleh partai, jadi tak ada DPD yang bahas siapa calon, mungkin usulan boleh, kita yang sampaikan nama-nama,” ucapnya.<br /><br />Untuk survey sendiri, ia menegaskan belum dilakukan karena butuh biaya yang tidak sedikit, mencakup 14 kabupaten, sampai kecamatan dan desa.<br /><br />“Kita habis ini sudah mulai, mungkin habis pelantikan, kita minggu depan baru rapat formatur” jelasnya.<br /><br />Apakah sampai pada tingkat nama yang akan digadang, ia mengatakan ketika Musda beberapa waktu lalu, Milton Crosby sudah diundang Edi Baskoro atau biasa disapa Ibas, Sekjen DPP PD.<br /><br />“Oleh pak Ibas, silakan jika ingin maju pakai Demokrat,” jelasnya.<br /><br />Selain milton, ia mengatakan belum ada yang menyampaikan langsung ke DPP, termasuk Christiandi Sanjaya (wakil gubernur, red) juga belum ada karena baru sebatas hanya ikut masuk demokrat dan bahkan belum ketemu DPP.<br /><br />“Kalau Pak Milton sudah ketemu Pak Anas dan Ibas, pada dasarnya DPP tidak keberatan tetapi tetap saja lewat mekanisme di partai dan yang penting hasil survey,” tukasnya.<br /><br />Ia mengatakan, kalau survey oke, boleh saja misalnya hasilnya agak dibawah-bawah sedikit karena diluar survey itu ada analisa, walaupun kalah sedikit tapi ada hal-hal yang bisa mendongkrak.<br /><br />“Kalau itu masih memungkinkan, kita pasti pakai, soal kapan itu yang belum tahu, paling tidak setelah pelantikan pengurus DPD baru nantilah,” pungkasnya. (phs)</p>