Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkutan Bangsa Muhaimin Iskandar mengatakan, mekanisme di sekretariat gabungan harus dibenahi untuk mengatasi ketidaknyamanan anggota koalisi. <p style="text-align: justify;">"PKB hanya berkoalisi dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mempercepat proses pembangunan. Komitmen kita hanya dengan presiden, bukan dengan Demokrat dan Golkar," kata Muhaimin di sela-sela acara refleksi akhir tahun 2010 "Meneguhkan Pluralisme Hidup Berbhinneka Tunggal Ika" sekaligus memperingati satu tahun wafatnya Gus Dur di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Selasa malam (28/12/2010). <br /><br />Menurut dia, PKB akan tetap setia berkoalisi dengan Presiden SBY hingga 2014 mendatang. <br /><br />Ia mengatakan, setgab hanya sebagai penambah kekuatan saja, bukan kekuatan utama. "Faktor utama koalisi adalah dengan Presiden SBY," katanya. <br /><br />Sebelumnya, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) masih merasa nyaman duduk di setgab partai koalisi, meski sejumlah partai anggotanya sudah merasa gerah. <br /><br />"Kita merasa baik-baik saja," kata Wakil Sekjen DPP PKB Helmy Faishal Zaini. <br /><br />Oleh karena itu, PKB tidak akan ikut-ikutan menyatakan akan mengevaluasi keterlibatan mereka dalam setgab. <br /><br />Helmy yang juga Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal itu menampik anggapan sikap PKB tersebut didasari ketakutan terhadap kemungkinan terjadinya perombakan kabinet, sehingga berusaha menjadi "anak baik". <br /><br />"Anggapan bahwa kami ini `good boy` tidak penting. Kami hanya ingin bersikap konsisten terhadap komitmen koalisi," katanya. <br /><br />Lagi pula, tambah Helmy, berdasar hasil survei, sikap konsisten yang ditunjukkan PKB ternyata mampu menarik simpati publik. <br /><br />Sejumlah partai anggota koalisi pendukung pemerintah antara lain PKS dan PAN dikabarkan mulai gerah dengan keberadaan setgab karena dinilai sudah melenceng dari tujuan awal ketika didirikan. <br /><br />Mereka menilai setgab kini hanya menjadi alat untuk mengamankan kepentingan, terutama kepentingan Partai Demokrat dan Partai Golkar. <br /><br />Namun tidak demikian dengan PKB. Partai yang dipimpin Muhaimin Iskandar itu menilai sejauh ini setgab masih baik-baik saja. <br /><br />Menurut Helmy, PKB tidak akan mempermasalahkan setgab sepanjang keputusan yang diambil masih dalam kerangka memperkuat demokrasi, demi kepentingan rakyat, serta sesuai dengan kebijakan PKB. <br /><br />"Partai-partai yang telah memutuskan berkoalisi semestinya tidak menonjolkan ego masing-masing dan lebih mempertimbangkan kepentingan masyarakat di dalam mengambil keputusan," katanya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>


















