Cuaca Ektrim Potensi Timbulkan Hujan Dan Banjir

oleh

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, H. Zainuddin Aspan menghimbau warga untuk waspadai banjir, karena akhir-akhir terjadi cuaca ekstrim dan berpotensi menimbulkan hujan deras dan banjir. <p style="text-align: justify;">"Akhir-akhir ini cuaca ektrim dan curah hujan cukup tinggi. Ini berpotensi menimbulkan hujan dan banjir" kata Zainuddin Aspan, di Sangatta, Jumat.<br /><br />Menurut Kepala BPBD Zainuddin Aspan yang didampingi Kabid Kedaruratan Logistik dan Peralatan, Edy R.Junaedi, di beberapa kecamatan di Kutai Timur curah hujan tinggi.<br /><br />Bahkan kata dia, banjir yang melanda empat desa di Rantau Pulung itu, akibat tingginya curah hujan dan telah mengakibatkan puluhan hektare sawah rusak dan puluhan orang diungsikan.<br /><br />Di Rantau pulung sudah terjadi banjir, maka dari itu diimbau warga lainnya terutama mereka yang bermukim di daerah bantaran sungai dan daerah dataran rendah.<br /><br />Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Timur, juga telah menyampaikan kesemua camat di Kutai Timur agar meminta warga setempat untuk lebih waspada.<br /><br />BPBD juga siaga penuh selama 24 jam untuk memantau perkembangan di semua kecamatan dengan berkoodinasi dengan para camat dan pihak lain.<br /><br />"Kita pantau terus cuaca dengan berkoodrinasi dengan para camat jika terjadi banjir dan longsor" kata Zainuddin.<br /><br />Camat Rantau Pulung, Poniso Suryo Trenggono, mengatakan saat ini banjir mulai surut, tetapi warga diminta tetap waspada, mengingat cuaca masih buruk.<br /><br />"Cuaca masih buruk dan warga kami beritahukan kalau potensi terjadinya banjir susulan" katanya.<br /><br />Terkait kerugian yang dialami petani akibat banjir dan meluapnya Sungai Benu, camat Poniso mengatakan, sampai hari ini baru 68 hektare (ha) lebih padi petani yang terdata.<br /><br />Desa dan warga yang terendam akibat banjir yaitu desa Pulung Sari 16 KK dan 12 hektare. Kemudian desa Margo Mulyo dengan 46 KK dan 16 hektare lahan, Mukti Jaya 20 KK dengan 10 hektare lahan serta desa Rantau Makmur dengan 76 KK yang terendam dengan 30 hektare lahan sawah terendam.<br /><br />Marso, 50 tahun warga RT 02 RW01 desa Margo Mulyo yang rumahnya terletak di blok B ini mengaku padi sawah miliknya 2,5 hektare rusak dan tanaman sayuran satu hektare.<br /><br />"Kerugian petani dari musibah ini ditaksir puluhan juta rupiah" katanya <strong>(das/ant)</strong></p>