Daerah Resapan Air Berkurang Penyebab Pontianak Banjir

oleh
oleh

Wakil Wali Kota Pontianak Paryadi menyatakan, semakin berkurangnya daerah resapan air, salah satu penyebab dalam dua hari terakhir kota ini terendam banjir akibat tingginya curah hujan. <p style="text-align: justify;">"Meskipun genangan air tidak lama, tetapi akibat tingginya curah hujan dalam dua hari terakhir telah menggenangi kawasan rendah dan beberapa jalan protokol di Kota Pontianak," kata Paryadi di Pontianak, Senin.<br /><br />Selain itu, menurut Paryadi, semakin sempitnya saluran air juga memicu Kota Pontianak mudah tergenang air ketika diguyur hujan lebat.<br /><br />"Hal ini harus menjadi perhatian serius semua pihak, tidak hanya oleh Pemerintah Kota Pontianak, karena banyak pihaknya tidak terlalu memperhatikan drainase sehingga Pontianak mudah terendam air ketika diguyur hujan lebat," ungkap Paryadi.<br /><br />Banjir juga terjadi karena pertambahan penduduk yang sangat cepat dan ditambah dengan semakin sempitnya parit dan saluran air lainnya, katanya.<br /><br />"Pertambahan penduduk yang tidak diimbangi dengan pembangunan yang dalam pelaksanaannya tidak memperhatikan aspek lingkungan, tentu akan mengurangi daerah resapan air di Kota Pontianak, sehingga meskipun perbaikan normalisasi drainase dilakukan untuk melancarkan saluran air di kota ini akan terasa sia-sia jika masyarakat sendiri tidak mengindahkan hal tersebut," ujarnya.<br /><br />Wakil Wali Kota Pontianak berharap, masyarakat bisa mengubah pandangan terkait daerah resapan air ini, sehingga bila memasuki musim penghujan maka sejumlah kawasan khususnya beberapa jalan di Kota Pontianak tidak mudah tergenang air.<br /><br />Dalam kesempatan itu, Paryadi mengakui, banjir atau genangan air di kota itu karena banyak drainase yang tersumbat oleh sampah serta mengalami pendangkalan. Akibatnya bila turun hujan, air sulit mengalir dan menyebabkan genangan atau bahkan banjir.<br /><br />Beberapa ruas jalan protokol di Kota Pontianak, dalam dua hari terakhir terendam air setinggi 30 hingga 50 centimeter akibat diguyur hujan lebat.<br /><br />Dari pantauan di lapangan, beberapa ruas jalan protokol yang terendam akibat diguyur hujan, pada Jumat malam (13/7) dan Sabtu malam (14/7) diantaranya sepanjang Jalan Ahmad Yani Pontianak, Gajah Mada dan sekitarnya, kemudian Jalan Suprapto, Uray Bawadi, Jalan Sutoyo dan lain-lain dengan ketinggian bervariasi mulai 30 hingga 50 centimeter. <strong>(phs/Ant)</strong></p>