Daerah Terpencil Di Kalbar Kekurangan Guru

oleh

Masih banyak daerah terpencil yang ada di Provinsi Kalimantan Barat kekurangan guru, kata pejabat Dinas Pendidikan Kalbar. <p style="text-align: justify;">"Di kota justru terjadi kelebihan guru karena banyak guru yang pindah tugas dengan alasan mengikuti suami," kata Kepala Seksi Pendidikan Tinggi (Dikti) dan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Bidang PMK Dinas Pendidikan Provinsi Kalbar Maliki di Pontianak, Minggu.<br /><br />Menurut Maliki, untuk memotivasi guru agar mau bertugas di daerah terpencil dan perbatasan, pemerintah memberikan penghargaan dalam bentuk tunjangan.<br /><br />"Pada tahun 2010 tunjangan yang didapatkan oleh guru di perbatasan sebesar Rp1.350.000 per bulan. Sedangkan pada tahun 2011, tunjangan yang diberikan sebesar Rp2.200.000 per bulan," katanya lagi.<br /><br />Berdasar data Dinas Pendidikan Provinsi Kalbar, sekolah di provinsi itu sebanyak 6.670 dengan jumlah guru sebanyak 69.758. Dari jumlah 69.758, Kalbar masih membutuhkan guru sebanyak 7.843, dengan perincian: sekolah dasar (SD) memerlukan 5.303, sekolah menengah pertama (SMP) memerlukan 2.713, sekolah menengah atas (SMA) membutuhkan 1.472 , sekolah menengah kejuruan (SMK) memerlukan 92, madrasah tsanawiyah (MTs) memerlukan 290 dan madrasah aliyah (MA) membutuhkan 123 guru.<br /><br />Sebelumnya, pengamat pendidikan Universitas Tanjungpura Pontianak Aswandi mengatakan, kekurangan guru di sekolah menyebabkan banyaknya sekolah yang tidak terakreditasi.<br /><br />"Akreditasi dilihat dari delapan poin, ternyata banyaknya sekolah yang tidak terakreditasi di Kalbar ini karena kurangnya guru. Masalahnya banyak, guru yang belum sertifikasi, guru belum terkualifikasi, belum S1 dan lainnya," kata Aswandi.<br /><br />Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kalbar Alexius Akim, mengungkapkan, kekurangan guru adalah masalah klasik bagi provinsi ini. Sejak dahulu sampai sekarang, jumlah guru di Kalbar memang belum memadai. Jika melihat dari kategori guru kelas, jumlah kekurangan guru di Kalbar mencapai kira-kira 8.000 orang mulai dari tingkat SD sampai dengan SMA.<br /><br />Untuk tingkat SD saja, kekurangannya sampai lima ribuan orang. Belum lagi jika memperhitungkan adanya pensiun massal guru pada 2011-2012 yang diperkirakan mencapai seribu orang. Menyikapi persoalan ini, Dinas Pendidikan sudah berkoordinasi dengan BKD Kalbar, bagaimana agar ke depan kuota pengangkatan guru di Kalbar bisa lebih banyak.<br /><br />Pemerintah provinsi melalui Badan Kepegawaian Daerah sudah berupaya mengajukan pengangkatan guru PNS kepada pemerintah pusat dalam jumlah banyak. Setiap tahun, jumlah yang diusulkan mencapai sekitar 10 ribu orang. Namun, jumlah yang dikabulkan sangat tidak sebanding dengan yang diusulkan.<br /><br />"Untuk se-Kalbar, yang dikabulkan paling banyak seribu orang, itu pun tidak mencukupi," katanya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>