Daerah Transaksi Narkoba Di Pontianak Mulai Bergeser

oleh

Ketua Badan Narkotika Kota Pontianak Paryadi menyatakan, daerah transaksi narkotika dan obat0obatan berbahaya yang semula di kawasan Kampung Beting, Kecamatan Pontianak Timur kini mulai bergeser. <p style="text-align: justify;">"Kemungkinan pergeseran transaksi itu karena aparat kepolisian cukup gencar melakukan pengawasan dan penggerebekan di Beting sehingga pelaku mulai melirik tempat lain," kata Paryadi di Pontianak, Jumat.<br /><br />Untuk itu Ketua BNK Kota Pontianak mengimbau, pada masyarakat untuk tidak segan-segan melaporkan kalau melihat atau mendengar ada transaksi di daerahnya sehingga pemukimannya tidak dijadikan sarana transaksi barang haram tersebut.<br /><br />"Jangan mudah tertipu oleh perbuatan baik dari bandar narkoba sehingga melindungi perbuatannya," kata Paryadi.<br /><br />Dalam kesempatan itu, Paryadi mengatakan, program BNK Pontianak tahun 2011 lebih menekankan pada upaya pencegahan dengan sasaran kalangan remaja guna memberantas peredaran narkotika semua jenis di kota itu.<br /><br />"Upaya pencegahan bagi kalangan remaja agar mereka tidak terjerumus pada barang haram itu, yakni dengan membangun gerakan kolektif masyarakat melawan peredaran gelap narkotika," ujarnya.<br /><br />Upaya pencegahan tersebut berupa, melakukan penyuluhan bagi pelajar, mahasiswa, pemuda, karang taruna, organisasi kepemudaan, majelis taklim, tokoh agama, masyarakat, organisasi masyarakat, serta lembaga pemasyarakatan, kata Paryadi.<br /><br />Menurut dia, peredaran narkotika di kota itu, ibarat fenomena gunung es, yang tampak hanya sebagian kecilnya saja, sementara yang tidak tampak mungkin jumlahnya lebih besar.<br /><br />Kepolisian Daerah Kalimantan Barat akhir-akhirnya ini juga sedang gencar-gencarnya menekan peredaran narkoba di kawasan Kampung Beting, Kecamatan Pontianak Timur.<br />&lt;br />Dari data BNN tahun 2006 hingga 2007, Provinsi Kalbar masuk 10 besar peredaran narkoba di Indonesia, dan Kota Pontianak, masuk dalam lima besar jumlah pengguna narkoba dari kalangan remaja.<br /><br />Data Puslitkes Universitas Indonesia tahun 2006 hingga 2007, dari 3,2 juta pengguna narkoba di Indonesia, 1,1 juta diantaranya adalah pelajar dan Mahasiswa. Dari 1,1 juta pengguna narkoba dari kalangan pelajar dan mahasiswa, 40 persen diantaranya pelajar SLTP, 35 persen pelajar SLTA, dan 25 persen mahasiswa. <strong>(phs/Ant)</strong></p>