Daftar Tunggu Calhaj Kaltim Capai 26.000 Orang

oleh

Daftar tunggu calon haji (calhaj) di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) kini mencapai 26.000 orang lebih, sedang kuota setiap tahun hanya sekitar 2.800 orang, sehingga perlu waktu 9 tahun ke depan baru bisa berangkat haji. <p style="text-align: justify;"><br />"Sejak Juni ini para calhaj yang namanya masuk dalam daftar atas dalam kuota sudah mulai mengurus paspor, sedangkan biaya pembuatan paspor senilai Rp255.000 per orang," kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Kaltim HM Kusasi di Samarinda, Rabu.<br /><br />Sedangakn biaya naik haji 2011 senilai Rp34,6 juta. Jumlah ini selisihnya tidak jauh berbeda dengan biaya haji pada 2010. Namun para calhaj harus sabar menunggu untuk bisa naik haji, mengingat tingginya daftar antre calhaj.<br /><br />Para calhaj bisa mengurus paspor di kantor imigrasi kabupaten dan kota di masing-masing daerah, namun bagi kabupaten yang belum memiliki kantor imigrasi, maka bisa mengurus di daerah terdekat yang terdapat kantor imigrasi.<br /><br />Untuk biaya pembuatan paspor tidak lagi dikelola panitia haji, namun langsung diserahkan kepada kantor imigrasi, sedangkan bagi calhaj yang sudah memiliki paspor tidak perlu mengurus karena masa berlaku paspor hingga lima tahun.<br /><br />Calhaj juga tidak perlu repot saat mengurus paspor, pasalnya data-data para calhaj sudah ada di kantor imigrasi masing-masing, sehingga ketika calhaj datang dan menyebutkan nama dan daerah, maka data tersebut akan muncul di komputer petugas, sehingga tinggal mencocokkan.<br /><br />Dia mengimbau kepada para calhaj agar sering mendatangi ke Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) di kabupaten dan kota masing-masing, yakni untuk mengecek apakah nama masing-masing sudah masuk atau belum, jika belum segera ditanyakan kepada petugas.<br /><br />Semua calhaj di kabupaten dan kota sudah bisa melakukan manasik karena anggaran untuk itu sudah dikeluarkan, sedangkan biaya manasik masing-masing orang senilai Rp22.000, namun jika ada kekurangan harus koordinasi dengan masing-masing kelompok.<br /><br />Dana itu untuk 11 kali pertemuan di Kantor Urusan Agama (KUA) dan lima kali pertemuan di Kementerian Agama, namun kemungkinan di daerah-daerah ada yang masih kurang dengan anggaran itu, sehingga harus dikoordinasikan dulu dengan kelompoknya.<br /><br />"Untuk daftar tunggu yang panjang hingga calhaj harus menunggu hingga 9 tahun baru bisa berangkat haji, karena pemerintah Arab Saudi memberikan kuota 10 persen dari jumlah penduduk," ujar Kusasi.   <strong>(phs/Ant)</strong></p>