Dalam 10 Bulan AKB Di Kapuas Hulu Capai 26 Orang

oleh
oleh

Jumlah kematian bayi di Kabupaten Kapuas Hulu dari bulan Januari sampai Oktober 2012 sebanyak 26 orang. Sedangkan ibu melahirkan yang ditolong oleh tenaga kesehatan baru mencapai 73,35 persen, dari target 84 persen. <p style="text-align: justify;">Hal tersebut disampaikan F. Leonardus, Asisten I Sekretariat Daerah Kapuas Hulu saat menyampaikan sambutan Bupati Kapuas Hulu pada acara penilaian lomba Kecamatan Sayang Ibu, di Badau.<br /><br />Disampiakan Leonardus bahwa untuk pelayaan ibu melahirkan di Kapuas Hulu sendiri telah dilayani oleh tenaga bidan yang tersebar di seluruh wilayah Kapuas Hulu sebanyak 266 orang. Bidang yang tinggal di Desa sebanyak 116 orang dan ditempatkan di Polindes sedangkan yang telah mengikuti pelatihan asuhan persalinan normal sampai dengan oktober 2012 sebanyak 78 orang, dengan jumlah perawat sebanya 343 orang dan dukungan Puskesmas sebanyak 23 buah.<br /><br />Untuk itu menurutnya, program Gerakan Sayang Ibu (GSI) sangat bermanfaat dalam menekan angka kematian ibu dan anak. Sehingga perlu kesadaran semua pihak dalam terus mendukung program GSI hingga kepelosok.<br /><br />Dijelasakan Leonardus bahwa penyebab kematian ibu dapat digunakan mode 3 terlambat dan 4 terlalu yiatu terlambat dalam mengenali tanda-tanda bahaya dan memutuskan untuk mencari pertolongan fasilitas kesehatan, terlambat dalam mencapai fasilitas pelayanan yang memadai, terlambat dalam menerima pelayanan kesehatan. Sedangkan penyebab lain kematian ibu hamil yiatu terlalu muda untuk melahirkan atau kurang dari 20 Tahun, terlalu tua untuk melahirkan atau lebih dari 35 Tahun, terlalu sering melahirkan anak lebih dari tiga  akan bersiko tinggi, terlalu dekat atau rapat jarak kelahirannya.<br /><br />“Di Kapuas Hulu di Kabupaten Kapuas Hulu sejak bulan Januari hingga Oktober 2012 terdapat 4 (empat) orang keamtian ibu melahirkan yang disebabkan oleh pendarahan,sehingga untuk menekan angka kematian ibu dan bayi tersebut Pemerintah telah membuat program yang dikemas dalam GSI dan tentunya perlu dukungan dan kesadaran semua pihak,” ujarnya. <strong>(phs/ foto: dok)</strong></p>