Dalam Kota Masih Langganan Byar Pet

oleh

Listrik kerap byar pet tidak hanya terjadi di luar kota. Dalam Kota Sintang pun, byar pet terus menjadi keluhan banyak masyarakat. "Kalau sudah byar pet, kita dibuat repot. Para pengunjung jadi tidak betah," kata Agus, salah seorang pengusaha warnet di Baning. <p style="text-align: justify;">Meski mempersiapkan genset untuk mengantisipasi mati lampu, Agus mengaku dirugikan dengan mati lampu. "Selain biaya genset lebih mahal, peralatan kita jadi cepat rusak, karena listrik biasa mati hidup secara berulang kali" kesalnya.<br /><br />Dicontohkan Agus kejadian Kamis (7/06/2012) malam sekitar pukul 19.00. Listrik bayar pet sampai dua kali. "Baru hidup beberapa saat kemudian mati lagi. Inikan bikin jengkel. Harusnya PLN itu lebih prefosional," pintanya.<br /><br />Anggota DPRD Sintang, Franseda meminta manajemen PLN serius memperhatikan kondisi listrik di Sintang. Menurut Franseda, listrik mati dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir ini menunjukkan PLN lalai dan tidak mampu memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. <br /><br />"Penyakit mati lampu ini sudah menahun. Kenapa sampai sekarang belum bisa ditangani. Apa yang dikerjakan PLN itu," selorohnya. PLN, kata Franseda, merupakan perusahaan berplat merah yang mendapat suntikan dana cukup besar dari pemerintah pusat. Ironis sekali, dengan dana-dana cukup besaar itu tidak mampu menangani listrik byar pet.<br /><br />"Kemana uang PLN yang banyak itu. Jangan salahkan pelanggan nunggak kalau pelayanan amburadul," pungkasnya. <strong>(ast)</strong></p>