Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, mengalokasikan dana bantuan operasional sekolah pada 2014 sebesar Rp10,6 miliar. <p style="text-align: justify;">"Diharapkan melalui bantuan operasional sekolah (BOS) ini dapat meringankan beban masyarakat terhadap pembiayaan pendidikan dalam rangka wajib belajar 12 tahun," kata Bupati Barito Utara Nadalsyah di Muara Teweh, Selasa.<br /><br />Menurut Nadalsyah, program BOS ini juga diharapkan dapat ikut berperan dalam mempercepat pencapaian standar pelayanan minimal di sekolah.<br /><br />Secara khusus program BOS ini bertujuan untuk membebaskan pungutan bagi seluruh peserta didik SD negeri/swasta sampai SLTA negeri/swasta untuk tingkat SD/MI persiswa mendapat Rp125 ribu per murid, untuk SMP persiswa mendapat Rp 225 ribu/orang. Sedangkan untuk tingkat SMA sebesar Rp1,2 juta/orang.<br /><br />"Kita harapkan tidak ada lagi pungutan seluruh peserta didik miskin dari seluruh pungutan dalam bentuk apapun, baik di sekolah negeri maupun swasta. Meringankan beban biaya operasional sekolah bagi peserta didik di sekolah swasta," katanya.<br /><br />Bupati Barito Utara itu mengatakan, untuk dapat tercapainya tujuan dari program BOS tersebut pihaknya meminta dan mengharapkan orang tua siswa harus lebih kritis mengawasi penggunaan dana bantuan operasional sekolah daerah (Bosda), demi terciptanya tansparansi Bosda.<br /><br />Tidak lama lagi siswa tingkat sekolah menengah atas akan melaksanakan Ujian Nasional (UN) 2014. Dengan berbagai macam perbedaan yang terjadi pada ujian nasional ini, anak-anak aktif belajar untuk mempersiapkan diri dan berkonsentrasi pada soal yang dikerjakannya.<br /><br />"Saya minta kepada seluruh masyarakat baik orang tua dan guru untuk dapat memberi semangat dan motivasi bagi para siswa yang akan menjalankan UN tahun ini," kata Nadalsyah. <strong>(das/ant)</strong></p>


















