Dana Perimbangan Kalteng Naik Sebesar 0,99 Persen

oleh

Dana perimbangan pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) perubahan Kalimantan Tengah (Kalteng) 2011, mengalami kenaikan sebesar Rp10,1 miliar (0,99 persen) dari sebelumnya. <p style="text-align: justify;">"Kenaikan sebesar Rp10,1 miliar itu dari target sebelumnya adalah sebesar Rp1,02 triliun lebih, menjadi Rp1,03 triliun lebih," kata Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Ir H Acmad Diran, di Palangka Raya, Rabu.<br /><br />Menurut mantan Bupati Barito Selatan ini, kenaikan target tersebut terjadi pada objek penerimaan bagi hasil pajak dan bagi hasil bukan pajak. Sedangkan pada dana alokasi umum (DAU) dan dana alokasi khusus (DAK) tidak mengalami perubahan target.<br /><br />"Secara rinci target pada dana perimbangan adalah, bagi hasil pajak dan bagi hasil buka pajak mengalami perubahan target. Semula sebesar Rp174,880 miliar menjadi Rp184,980 miliar, atau mengalami kenaikan sebesar Rp10,1 miliar," ujarnya.<br /><br />Penerimaan bagi hasil bukan pajak penerimaan pajak sumber daya hutan (PSDH) tidak mengalami perubahan atau tetap Rp26 miliar. Sedang objek penerimaan landrent terjadi kenaikan Rp100 juta (5,26 persen) dari target sebelumnya Rp1,9 miliar menjadi Rp2 miliar.<br /><br />"Untuk penerimaan yang berasal dari royalty tidak mengalami perubahan atau tetap sebesar Rp22 miliar," terangnya.<br /><br />Dijelaskannya, penerimaan dari DAU pada perubahan APBD 2011 tidak mengalami perubahan sebesar Rp795,81 miliar lebih dan penerimaan DAK juga tidak mengalami perubahan target sebesar Rp51,91 miliar lebih.<br /><br />"Penerimaan dari lain-lain pendapatan daerah yang sah, pada perubahan APBD 2011 tidak mengalami perubahan, yakni sebesar Rp18 miliar," tegasnya.<br /><br />Kemudian, sambung dia, memperhatikan kondisi ekonomi global, nasional, dan daerah serta memprediksi kondisi yang akan terus berkembang, yang tentunya berpengaruh terhadap penerimaan atau pendapatan daerah sampai akhir tahun 2011.<br /><br />"Rencana penerimaan tersebut dilakukan dengan optimism, namun tetap bersifat moderat dan akomodir terhadap perubahan dinamika ekonomi," tandasnya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>