Danrem Minta Panitia Jangan Asal Loloskan Calon Bintara

oleh

Komandan Resort Militer 121/ABW, Kolonel Inf. Totok Rinanto selaku Ketua Panitia Seleksi Penerimaan Calon Bintara meminta kepada para perwira seleksi untuk melaksanakan fungsinya dan memperhatikan dengan seksama dalam seleksi tahap akhir penerimaan calon bintara. <p style="text-align: justify;">Hal tersebut disampaikannya saat memberikan arahan kepada para perwira yang terlibat dalam seleksi penerimaan calon bintara di jajaran Korem 121/ABW di Gedung Pancasila, Senin (03/10/2011).<br /><br />“Pada kesempatan ini sebagai ketua panitia saya meminta kepada para perwira untuk melaksanakan tugas sesuai fungsi dan, tolong kita betul-betul melihat karena segala tahapan seleksi sudah dilalui dan sekarang adalah pantuhir,” ungkapnya.<br /><br />Menurutnya, dalam seleksi penerimaan calon bintara ini segala sesuatu bisa saja terjadi seperti yang luput dari pantauan pada seleksi sebelumnya.<br /><br />“Bisa saja secara fisik kita lihat calon sangat baik atau bagus pada tahapan seleksi sebelumnya namun ada yang luput dari pantauan terutama dari segi postur. Maka itu sekarang kita tampilkan, kita lihat secara fisik disertai data-data yang sudah masuk,” tambahnya.<br /><br />Ditambahkan, bahwa calon bintara akan dicetak untuk  menjadi salah satu unsur pimpinan pada strata bawah oleh komandan satuan bawah, yang dalam hal ini adalah komandan regu untuk satuan tempur, atau di satker-satker sebagai komandan kelompok. <br /><br />“Nah ini saya minta betul-betul diperhatikan karena ini nanti sebagai unsur pimpinan bawah, seleksi yang kita lakukan harus betul-betul dilakukan dengan baik,” tandasnya.</p> <p style="text-align: justify;"><br /><img src="../../data/foto/imagebank/20111003064303_986F3AE.JPG" alt="" width="633" height="450" /></p> <p style="text-align: justify;"><em><strong>Calon Bintara Dalam Persiapan Untuk Pantuhir</strong></em></p> <p style="text-align: justify;"> </p> <p style="text-align: justify;">Meskipun  sudah ada data-datanya, lanjut Totok bisa saja seorang calon pada tahapan yang lalu terdapat catatan khusus namun saat dilihat secara fisik kemudian disepakati bahwa calon tersebut bagus , posturnya bagus meskipun ada catatan sebelumnya masih dapat ditoleransi. <br /><br />“Ya kita akan coba bantu itu!” ungkap Totok<br /><br />Sementara itu terkait dengan calon bintara yang berasal dari putra daerah, yakni Dayak dan Melayu yang peminatnya cukup banyak, Danrem mengingatkan bahwa hal tersebut sudah menjadi kebijakan dari pimpinan AD yang harus diamankan.<br /><br />“Kalau mereka bisa lolos itu akan lebih bagus. Banyak juga yang mendapatkan dukungan dari teman-teman kita para perwira atau pimpinan kita untuk mendapatkan rekomendasi, itu juga harus menjadi catatan kita atau kita perhatikan, tapi dengan tidak mengorbankan nilai yang sudah ada,” tegasnya.<br /><br />Artinya, lanjut Danrem rekomendasi bukan berarti meloloskan calon tanpa melihat kondisi dari calon itu sendiri.<br /><br />“Kalau dari segi kesehatannya sudah fatal mana bisa kita toleransi, dan jika itu kita paksakan di loloskan, maka akan menjadi lebih fatal lagi dipendidikan. Bila terjadi sesuatu dalam pendidikan, maka efeknya juga kepada panitia mengapa hal itu bisa lolos padahal punya penyakit yang fatal,” pungkasnya.<strong> (*)</strong></p>