Dansatgas Yonif Raider 641 Apresiasi Budidaya Anggur

oleh

Masyarakat Petani di Perbatasan Republik Indonesia (RI) – Republik Demokratik Timor Leste (RDTL), Desa Aisik Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu yang sejak turun temurun hanya melakukan budidaya tanaman pangan seperti Jagung, Ubi-Ubian dan padi justru mampu menghasilkan buah anggur. <p style="text-align: justify;">Komandan Satuan Tugas Pengamanan  Perbatasan RI-RDTL Yonif Raider 641/Beruang Letkol Inf Wisnu Herlambang sangat mengapresiasi masyarakat perbatasan yang ingin mengembangkan budidaya tanaman anggur. Ini terbukti pada Sabtu, 9 Juli 2016 Letkol Wisnu menghadiri penanaman Anggur perdana di lahan milik Duarte De Santos warga Desa Aisik Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu.<br /><br />Penanaman perdana anggur hijau  dan anggur philipina di lahan Duarte De Santos dengan luas lahan  satu hektar dilakukan usai melakukan panen anggur dilahan yang lain milik Duarte. “Hasil panen buah Anggur tersebut dalam setahun bisa dilakukan sebanyak dua kali sampai tiga kali tergantung dari perawatannya dan dijual dengan harga pasaran, yang fariatif namun bisa menembus harga enampuluh ribu rupiah per kilogramnya”, dikatakan  Duarte De Santos disela-sela penanaman perdana anggur.<br /><br />Selain itu, Ia mulanya terinsiprasi dari keinginan coba-coba menanam anggur dan ternyata berhasil akhirnya dia bermaksud untuk memperluas lahan dan membuat usaha kebun anggur, tambahnya.<br /><br />Sementara menurut Dansatgas Yonif Raider 641/Bru Letkol Inf Wisnu Herlambang bahwa budidaya anggur sangat baik, karena buahnya bisa dieksport, dimana buah anggur  tersebut digemari di semua negara maka petani supaya tetap mengembangkan dan menekuni secara serius guna mendapatkan kualitas anggur yang baik untuk dieksport.<br /><br />“Dengan berbagai pelatihan dan belajar dari pengalaman-pengalaman petani anggur yang telas sukses niscaya akan memperoleh keterampilan dan pengetahuan yang memadai untuk mengembangkan budidaya angur bahkan menjadi pengusaha anggur untuk dieksport bersaing dengan negara penghasil anggur yang lain”, terang Dansatgas.<br /><br />Hadir juga dalam kesempatan tersebut Bupati Atambua,  Dandim 1605/ Belu, Wakil Bupati Atambua, Kapolres Atambua, Camat  Tasifeto Timur, dan pejabat lain Kabupaten Belu. (Pdm)</p>