Terkait dengan selebaran gelap yang bernuansa rasis dan sara, Plt. Kepala Dinas PU Kabupaten Sintang Askiman, Rabu (03/08/2011) mendatangi 2 institusi Kodim dan Polres Sintang yang disebut-sebut sebagai sumber data oleh pembuat selebaran gelap yang ditemukan dibeberapa tempat pada Senin (01/08/2011). <p style="text-align: justify;">Sekitar pukul 08.00 wib, Askiman mendatangi Kodim 1205 Sintang dan langsung diterima Komandan Kodim Letkol .Inf. Gausudin Amin Yusuf. Setelah dari Kodim, dirinya langsung menuju ke Polres Sintang sekitar pukul 09.30 dan diterima oleh Kapolres Sintang AKBP. Firly R Samosir yang didampingi Wakapolres serta Kasat Intel.<br /><br />Kepada kalimantan-news.com. Askiman menuturkan jika di kedua institusi tersebut dirinya menjelaskan tentang riwayat keluarga besarnya. Bahkan sebagai bukti penguatnya, ia juga membawa 2 buah lencana serta sertifikat penghargaan dari Presiden Megawati Soekarnoputri.<br /><br />“Ini fakta otentik yang diberikan oleh Pemerintah kepada kakeknya kakek saya. Saya adalah keturunan ke tujuh. Itu yang saya sampaikan kepada Komandan Kodim dan Kapolres. Soal jiwa nasionalisme tak ada yang mampu melawan kita,” ungkap Askiman sambil menunjukan Sertifikat dan Lencana Perintis Kemerdekaan atas nama Apang Semangai.<br /><br />Selain menunjukan bukti, di kedua institusi tersebut dirinya juga menyampaikan laporan terkait dengan adanya selebaran yang mendeskriditkan dirinya dan juga institusi Kodim serta Polres.</p> <p style="text-align: justify;"><br /><img src="../../data/foto/imagebank/20110803135154_0742147.JPG" alt="" width="221" height="300" /> <img src="../../data/foto/imagebank/20110803135234_CDA041B.JPG" alt="" width="225" height="300" /></p> <p style="text-align: justify;">“Kalau saya tidak menyampaikan hal tersebut, maka dikira orang apa yang ada dalam selebaran itu adalah benar. Makanya saya datangi institusinya,” ungkap Askiman.<br /><br />Lanjutnya, dalam pertemuannya dengan pihak Polres Sintang, dirinya telah meminta agar pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut yang telah pula menarik nama kedua institusi.<br /><br />Menurut Askiman, dalam sejarahnya tidak ada masyarakat di Kecamatan Kayan Hilir dan Kayan Hulu hingga ke Serawai serta Ambalau yang terlibat dalam Komunis apalagi gerakan PGRS.<br /><br />“Silahkan cari faktanya untuk kecamatan tersebut di Kesbangpol Linmas atau di Kodim,” ungkapnya.<br /><br />Sebagai keturunan dari pejuang perintis kemerdekaan, dirinya menegaskan tidak akan merubah prinsip NKRI.<br /><br />“Didalam diri dan keluarga besar saya, Pancasila dan NKRI adalah harga mati,” pungkasnya.<br /><br />Sekitar pukul 16.00 wib, Askiman secara resmi telah menyampaikan melaporkan kasus selebaran yang indikasinya adalah pencemaran nama baik kepada Polres Sintang. <strong>(*)</strong></p>














