DBD Marak: Puskesmas Bagikan Kelambu Insektisida

oleh

Untuk menekan jumlah penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) yang semakin meningkat, Puskesmas Tanjung Puri membagikan 1200 kelambu insektisida dan abate gratis ke masyarakat di Kabupaten Sintang. <p style="text-align: justify;">Kepala Puskesmas Sintang, Yustandi mengatakan pembagian kelambu insektisida telah disalurkan kesejumlah panti asuhan, pondok pesantren dan asrama yang ada di Kabupaten Sintang.<br /><br />“Kita sudah membagikan 1200 kelambu insektisida kepada masyarakat, khususnya ke pondok pesantren, panti asuhan dan asrama, kita antispasi agar mereka tidak terkena DBD, kasihan kan kalau sudah jauh dari orangtua sakit begitu pula,” ujarnya ketika ditemui usai upacara Hari Kesaktian Pancasila di halaman Makodim 1205/ Stg, Rabu (1/10).<br /><br />Ia mengungkapkan, meskipun program kelambu merupakan program antisipasi penyakit malaria, tetapi pihaknya tetap memberikan kelambu tersebut, agar bisa digunakan ketika sedang tidur siapapun, baik saat tidur siang maupun tidur pada malam harinya.<br /><br />“Kita sinkronisasi saja, intinya biar nyamuk tidak menggigit kita, apalagi saat tidur, kita dalam posisi diam, jadi nyamuk bisa dengan leluasa menggigit kita. Selain kelambu insektisida, kita juga memberikan abate gratis ke masyarakat, setiap pasien yang ebrobat juga kita berikan abate, dan itu gratis,” ucapnya.<br /><br />Yustandi juga mengharapkan masyarakat dapat menjaga kebersihan di lingkungan rumahnya, membuang semua barang yang bsia membuat air tergenang, membersihkan parit yang ada, sehingga tak ada kesempatan untuk nyamuk berkembang biak. Hal itu dianggap lebih penting daripada melakukan fogging, karena pada dasarnya fogging hanyalah solusi jangka pendek yang dilakukan hanya untuk membunuh nyamuk dewasa.<br /><br />“Fogging memang membunuh nyamuk dewasa, tetapi calon nyamuk yang dibiarkan ditempat tergenang lebih banyak, ya sama saja usaha pemberantasan nyamuknya akan sia-sia, intinya masyarakat harus menimbulkan kesadaran dalam diri masing-masing untuk menjaga lingkungan, karna nyamuk sekarang bermutasi, tak hanya hidup di air yang bersih, tetapi bisa juga di air yang kotor,” paparnya.<br /><br />Di Puskesmas Tanjung Puri sendiri, hingga minggu yang ke 40 tercatat sedikitya 150 pasien yang telah dirujuk ke RSUD Sintang, lima diantaranya meninggal dunia. Untuk itu, masalah DBD harus menjadi perhatian khusus untuk semua pihak dalam menyadarkan sesame pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. <strong>(kn)</strong></p>