DBD Mewabah, Dalam Sepekan Belasan Kasus Terdeteksi

oleh

Kasus demam berdarah dengue semakin menjadi-jadi di Kabupaten Sekadau. <p style="text-align: justify;">Dari hari ke hari jumlah korban terus bertambah. Sepekan ini, sudah ada belasan kasus terdeteksi. Kebanyakan diantaranya merupakan anak-anak usia balita, dan remaja.<br /><br />Di RSUD Sekadau, hingga Jumat (17/10/2014) ada 14 pasien yang dirawat karena terserang DBD. Bahkan, mayoritas diantara mereka merupakan siswi sekolah yang menghuni asrama putri St. Maria Goreti Sekadau yang berlokasi di jalan Rawak. Itu baru yang dirawat di RSUD. <br /><br />Belum lagi yang dirawat di klinik-klinik swasta.Mendengar informasi drastisnya peningkatan kasus DBD, Wakil Bupati Sekadau, Rupinus menyempatkan diri menjenguk para penderita DBD yang dirawat di RSUD Sekadau Jumat pagi. Wabup didampingi Pabung Kodim 1204 Sanggau, Sekretaris Dinas Kesehatan dan Direktur RSUD Sekadau.<br /><br />Wabup beserta rombongan mengunjungi satu per satu para pasien dan berbincang-bincang dengan mereka. Hal itu dimaksudkan untuk menyemangati pasien dan keluarga.<br /><br />Ketika diwawancarai sejumlah wartawan usai mengunjungi pasien DBD di RSUD Sekadau, Rupinus mengaku prihatin dengan tingginya kasus DBD di Sekadau. Rupinus setuju jika kedepan pihak-pihak terkait mesti lebih intensif dalam menangani kasus ini.<br /><br />“Yang kita tahu DBD ini penyakit musiman. DBD umumnya mulai merebak saat pergantian musim. Meskipun kita tidak bisa mengetahui secara persis kapan DBD akan mulai mewabah, namun setidaknya bisa diantisipasi supaya tidak meluas,” kata Rupinus menjawan Pers.<br /><br />Menurut dia, dalam menangani tingginya kasus DBD perlu kerjasama dari semua pihak. Jika hanya dibebankan kepada pemerintah, menurut Rupinus akan sulit menekan angka kasus DBD di masa mendatang.<br /><br />“Peran aktif masyarakat sangat penting. Masyarakat harus memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan supaya tidak menjadi sarang nyamuk,” pesannya.<br /><br />Ia menyarankan masyarakat untuk giat melaksanakan 3 M. 3 M sendiri akronim dari Menutup rapat-rapat bak mandi agar nyamuk tidak masuk dan bersarang di dalamnya,Menguras bak mandi minimal 1 minggu sekali agar nyamuk tidak masuk dan bersarang didalamnya dan Menimbun kaleng atau wadah kosong yang berisi air ke dalam tanah, agar nyamuk tidak menemukan tempat untuk bertelur.<br /><br />“Alternatif lain bisa dengan memelihara ikan cupang didalam bak mandi. Ikan ini suka makan jentik nyamuk. Ya paling tidak bisa mengurangi potensi perkembangbiakan nyamuk,” saran Wabup.<br /><br />Untuk penanggulangan darurat mengingat saat ini kasus DBD sudah sangat meresahkan, Wabup menginstruksikan agar Dinas Kesehatan Kabupaten Sekadau lebih intens menggiatkan tindakan pemberantasan nyamuk, misalnya dengan rutin melaksanakan fogging di kawasan yang terjadi kasus DBD ataupun kawasan yang rawan penyebaran nyamuk.<br /><br />“Untuk saat ini saya kira fogging bisa lebih sering dilaksanakan. Terutama di kawasan-kawasan rawan,” ingatnya.<br /><br />Untuk tahun 2015 mendatang, Rupinus juga setuju jika anggaran untuk kegiatan fogging ditingkatkan. Hal itu penting agar tindakan penanggulangan DBD dapat dilakukan secara maksimal. “Tahun depan mungkin bisa dinaikkan anggaran untuk fogging,” tuntasnya. <strong>(Mto/kn)</strong></p>