Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalimantan Barat Frederika Cornelis mengungkapkan, pihaknya sudah mampu mandiri dalam membiayai operasional gedung yang digunakan untuk galeri penjualan aneka produk khas Kalbar. <p style="text-align: justify;">"Dananya didapat dari hasil penjualan produk di galeri yang sudah buka selama enam bulan itu," kata Frederika, di Pontianak, Kamis.<br /><br />Menurutnya, sejak buka enam bulan lalu itu, omzet yang di terima dari hasil penjualan produk di galeri bisa mencapai Rp40-60 juta.<br /><br />"Hasilnya lumayan. Nah, adalah kami simpan untuk kas Dekranasda dan pengurusnya," ungkap Frederika.<br /><br />Dengan omzet sebesar itu, kata dia, perajin tetap mendapatkan untung dari hasil produk yang dijual itu.<br /><br />Ia menilai, hal tersebut sebagai suatu keberhasilan Dekranasda Kalbar mengelola tanpa campur tangan dari dinas/instansi milik pemerintah.<br /><br />"Kami selama ini tidak ada minta dengan dinas/instansi. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus Dekranasda Kalbar," kata Frederika bangga.<br /><br />Tahun ini, Dekranasda Kalbar menambah satu unit gedung sebagai Pusat Oleh-oleh dan Makanan Khas di provinsi itu.<br /><br />Peresmian gedung pusat oleh-oleh dan makanan khas Kalbar itu sudah dilakukan pada minggu lalu.<br /><br />"Maksud dibangunnya gedung tersebut sebagai wadah untuk menampung dan memasarkan aneka makanan khas kalbar. Kemudian, untuk memudahkan tamu yang datang untuk mencari oleh-oleh khas Kalbar dan buah tangan," jelas Frederika.<br /><br />Ia mengharapkan pula, apa yang dilakukan Dekranasda Kalbar dapat dijadikan semangat bagi pengurus dekranasda yang ada di kabupaten/kota.<br /><br />"Untuk itu kami mengajak Dekranasda masing-masing kabupaten/kota yang belum memiliki gedung untuk galeri dekranasda agar segera membuat sendiri. Karena, selama ini ada beberapa kabupaten gedung dekranasda masih menumpang di kantor Disperindag," tegas Frederika. <strong>(phs/Ant)</strong></p>














