Delapan Kecamatan Kotim Rawan Terjadi Kebakaran Hutan

oleh

Sedikitnya delapan dari 15 kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan. <p style="text-align: justify;"><br />"Kecamatan yang paling rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan berada di wilayah selatan Kabupaten Kotim, seperti Kecamatan Baamang, Mentawa Baru Ketapang, Seranau, Pulau Hanaut, Mentaya Hulu Utara, Mentaya Hulu Selatan, Teluk Sampit, sedangkan diwilayah utara Kecamatan Kota Besi," kata staf penyaji data deteksi dini Manggala Agni, Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Andreas Dodi, Rabu.<br /><br />Kebakaran hutan dan lahan juga tidak menutup kemungkinan akan terjadi di wilayah kecamatan lain, untuk itu perlu adanya langkah antisipasi sejak dini.<br /><br />Berdasarkan pantauan satelit National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) di wilayah Kabupaten Kotim, hingga Senin (25/6) ada sebanyak 31 titik panas (hot spot).<br /><br />Untuk jumlah keseluruhan di Kalteng ada sebanyak 133 titik panas dan terbanyak berada di wilayah Kabupaten Kotim.<br /><br />Titik panas yang terbaca oleh satelit NOAA tidak semua akibat kebakaran hutan dan lahan, namun juga akibat penyebab lain, seperti adanya hamparan pasir yang luas dan atap rumah yang terbuat dari seng.<br /><br />Menurut Dodi, khusus untuk titik panas yang ada di wilayah Kabupaten Kotim indikasinya lebih mengarah pada api yang ditimbulkan adanya kegiatan pembersihan lahan pertanian dan perkebunan.<br /><br />Pemerintah daerah itu mulai saat ini harus mulai waspada dan siaga terjadinya kebakaran hutan dan lahan dalam jumlah besar karena saat ini curah hujan sudah mulai berkurang dan suhu udara cenderung panas sehingga bisa saja memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan.<br /><br />"Kebakaran hutan dalam yang terpantau di sejumlah wilayah saat ini pada umumnya masih terkendali dan hal itu akibat adanya kegiatan pembersihan lahan yang dilakukan masyarakat, namun meski terkendali seluruh pihak untuk tetap waspada dan siaga, agar api tidak menjalar dan membesar," katanya.<br /><br />Sementara kondisi udara di Kabupaten Kotim dalam tiga hari terakhir cukup panas dan Kota Sampit di selimuti kabut asap tipis.<br /><br />"Kabut asap tipis terjadi pada pagi hari dan menjelang siang menghilang karena tersapu oleh angin," ungkap Widya, salah seorang warga Kota Sampit.<strong> (phs/Ant)</strong></p>