Dermaga Sungai Ringin, Rusak Sebelum Di Fungsikan

oleh
oleh

Kondisi fisik bangunan dan pelataran parkir serta untuk bongkar muat di dermaga sungai ringin sangat memprihatinkan. Pasalnya meski belum difungsikan, boleh dikatakan dermaga tersebut telah rusak. <p style="text-align: justify;">Halaman parkir dermaga telah mengalami kerusakan cukup parah. Aspal yang digunakan untuk menutup pelataran parkir tersebut telah terangkat bahkan batu-batu yang digunakan untuk melapisi bangunan juga telah berhamburan.<br /><br />“Ini jadi begini karena terlindas oleh ban kendaraan berat yang beroperasi di dermaga ini,”ungkap salah satu karyawan sebuah perusahaan yang bekerja di sekitar dermaga tanpa menyebutkan namanya. <br /><br />Di dalam pagar dermaga sendiri memang terlihat aktivitas perusahaan penambangan pasir zircon ( puya). Meski belum melakukan pengerukan secara besar-besaran dari dalam sungai, namun sebuah alat berat yang disebut-sebut merupakan barang bukti (BB) dari sebuah kasus illegal tampak dioperasikan.<br /><br />Alat berat tersebut digunakan untuk mengangkut besi-besi yang akan digunakan untuk merakit kapal khusus untuk mengeruk pasir dari dalam sungai. Dari mandor perusahaan yang bernama Ayong, diketahui bahwa perusahaan yang beroperasi di wilayah dermaga tersebut adalah PT. Alam Rezeki Permai. <br /><br />Tidak hanya beroperasi di sekitar dermaga sungai ringin, perusahaan ini juga secara nyata menggunakan fasilitas sandar kapal di dergama sebagai tempat beraktivitas. Menurut Ayong, perusahaan tempatnya bekerja telah melakukan koordinasi dengan sejumlah dinas di kabupaten Sintang terkait aktivitas penambangan pasir zircon di sungai kapuas tersebut. <br /><br />Termasuk dengan dinas tenaga kerja dan transmigrasi, karena di perusahaan itu ada sekitar 10 tenaga kerja perakit kapal yang berasal dari Cina. <br />Disekitar dermaga itu juga, perusahaan tersebut mendirikan sejumlah blok camp bagi para pekerjanya. <br /><br />“Kami tidak menggunakan bangunan fisik dermaga ini untuk tinggal. Semua karyawan perusahaan tinggal di camp ini,”tambah Ayong.<br />Pantauan wartawan ini di lapangan, selain bagian pelataran parkir dan bongkar muat barang, sejumlah bangunan yang ada di dermaga juga terlihat mengalami kerusakan. <br /><br />Terumata dibagian atap bangunan. Di dalam bangunan tepatnya di bagian dinding, banyak terlihat gambar-gambar vulgar yang entah dibuat oleh siapa. <br />“Tak tahu pasti juga, tapi orang-orang yang pernah tahu katanya tempat itu sering dipakai untuk tempat pacaran anak-anak muda,”ungkap Ani, warga sekitar yang mengaku menyayangkan pembangunan dermaga yang belum juga difungsikan tersebut.<br /><br />Bila dihubungkan dengan gambar-gambar dalam dinding gedung dan ungkapan Ani serta warga yang lainnya, besar kemungkinan bangunan tersebut dijadikan tempat mesum pasangan tak resmi. <br /><br />“Sayanglah, pemerintah mbuang duit banyak-banyak untuk membangun dermaga itu kalau tidak digunakan. Cobe untuk membangun yang lain, jalan atau listriklah yang belum masuk ke kampong kami ini,”protesnya. <br /><br />Informasi yang diterima dari salah seorang staf di dinas perhubungan yang enggan menyebutkan namanya, bahwa aktivitas perusahaan penambangan menggunakan dermaga tersebut telah melalui proses perizinan. <br />Namun ia enggan menceritakan secara detail bagaimana perizinan yang dimaksud. “Sebaiknya langsung ke pak kadis saja,”pesannya. <strong>(ek/ast)</strong></p>