Desa Belum Tersentuh Listrik Akan Didata

oleh

Melawi memiliki 11 Kecamatan dan 169 desa. Dari jumlah desa tersebut, masih banyak yang belum pernah merasakan penerangan listrik. Namun sayangnya instansi terkait tidak mengetahui data jumlah desa yang belum ada jaringan listrik Perusahaan Listrik Negara (PLN). Bahkan Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Melawi baru akan mendatany tahun ini. <p style="text-align: justify;">"Kalau data berapa jumlah desa yang belum memiliki jaringan listrik kita belum ada. Tahun ini rencananya akan kita lakukan pendataan. Setelah didata, akan kita ajukan ke Pemerintah Pusat untuk pengadaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)," kata Kepala Distamben Melawi, Ramdha Suhaimi, Senin (14/3) kemarin.<br /><br />Lebih lanjut Ia mengatakan, upaya untuk mengajukan PLTS, akan memprioritaskan kondisi desa, mulai dari jarak tempuh lokasi desa. "Kan banyak desa yang tidak bisa dijangkau listrik, kita ajukan PLTS nantinya. Ini target kita tahun ini," ucapnya.<br /><br />Ramdha belum bisa menjelaskan jumlah desa yang belum mendapatkan listrik secara tehnis. Begitu juga dengan Kabid Energi di Distamben, H. Deli, S.Sos. Ia mengatakan data terkait jumlah desa yang belum ada listrik belum dilakukan pendataan. <br /><br />"Selama ini kami hanya menerima profosal dari warga desa, yang kemudian kami ajukan ke PLN," ucap Deli.<br /><br />Distamben baru akan memulai melakukan pendataan tahun ini, yang mana harapannya kedepan masyarakat yg belum pernah merasakan penerangan listrik juga bisa merasakannya, meskipun hanya menggunakan PLTS. <br /><br />"Paling tidak menggunakan PLS ini setiap rumah tidak lagi pakai pelita. Paling tidak untuk belajar anak udh terang. Untuk nonton dan kulkas sih belum bisa," paparnya.<br /><br />Sebelumnya sudah ada beberapa desa yang mendapatkan bantuan PLTS oleh pemerintah pusat. Seperti Desa Melamot yang diserahkan pada tahun 2013 lalu. Namun informasinya banyak PLTS warga yang rusak namun tidak tau untuk memperbaikinya. <br /><br />"Memang ada yg sudah diberikan PLTS, tapi kalau rusak, itu biasa perawatannya harus pusat, karena itu bantuan pusat," paparnya.<br /><br />Sementara Kepala PLN Rayon Nanga Pinoh, Akhmadin, yang dikonfirmasi melalui via seluler juga mengatakan bahwa pihaknya tidak punya data desa yang sudah ada penerangan listrik atau yang belum. <br /><br />"Yang lebih tau Distambenlah kalau soal data. Kami hanya ada data yang diajukan camat ke kami," ucapnya. (KN)</p>