Desa Pantok Kecamatan Nanga Taman, adalah desa pertama yang sudah melakukan deklarasi stop Buang Air bersar Sembarangan (BABS) di Kabupaten Sekadau. <p style="text-align: justify;">Deklarasi stop BABS di Desa Pantok pun sudah dilakukan Jumat (14/2/2014) yang lalu.<br /><br />Manager WVI kantor operasional Sekadau, Ignatius Anggoro bersama timnya ingin RT 5 dan 6 Dusun Landau Mentawak Desa Pantok menjadi RT, Dusun dan Desa menjadi desa pertama yang mendeklarasikan Stop BABS dan pengandangan ternak.<br /><br />“Yang kami ingin agar Desa pantok sebagai desa percontohan stop BABS di Kabupaten Sekadau,” yakin Anggoro.<br /> <br />Wakil Bupati Sekadau, Ripunus mengajak masyarakat di Dusun Landau Mentawak untuk membuang kebiasaan BABS sembarang tempat. Dengan sudah tersediannya WC dirumah-rumah maka kebiasaan BABS sembarang bisa ditinggalkan. <br /><br />“Jangan WC jadi barang antik dirumah tidak dipakai,” canda Wabup.<br /><br />Camat Nanga Taman, Afronius Akim Sehan, mengajak warga di RT 5 dan 6 membuang jauh-jauh kebiasaan BABS. Camat berharap upaya WVI sudah membangun WC setiap rumah bisa merubah pola hidup bersih warga dusun landau mentawak. <br />“kan sayang kalau WC sudah ada tidak di pakai. Untuk itu manfaatkanlah fasilitas yang ada dengan baik, tentu dengan menjaga dan merwatnya,” tandas Afaron.<br /> <br />Terkhir Kepala Desa Pantok, Anto mengucapkan terima kasih atas perhatian dari Wahana Visi Indonesia perwakilan Sekadau sudah memilih Desa mereka sebagai Desa percontohan Stop BABS di Kabupaten Sekadau. “Tentu upaya ini harus didukung bapak ibu kita semua, kita perlu menjaga dan memelihara asset ini,” tutup Anto. <strong>(Bgs)</strong></p>


















