Dewan Desak Kontraktor Kerjakan Jalan Simpang Tebelian- Tugu Beji

oleh

Anggota DPRD Sintang, Franseda menilai kontraktor pemenang lelang proyek jalan Simpang Tebelian – Tugu Beji merupakan kontraktor yang tidak bertanggung jawab. <p style="text-align: justify;">“Kalau kontraktornya bertanggung jawab, paling tidak jalan yang mengalami kerusakan parah ditangani segera. Bukan membiarkan jalan berlobang makin parah dan menyampaikan alasan ini dan itu,” kata Franseda.<br /><br />Franseda juga menuding PPTK dan konsultan pengawas juga orang yang bertanggung jawab. Karena, saat ruas jalan yang mengalami kerusakan dan sudah memakan korban, tugas memperbaiki jalan tak jua dilakukan. <br /><br />“Setiap hari ada kecelakan lalu lintas diruas jalan itu. Pemenang lelang sudah ada, kontrak juga sudah berjalan dan ditandatangani, mengapa belum dikerjakan,” tanya dia.<br /><br />Ia mendesak pelaksana proyek segera mengerjakan ruas jalan Simpang Tebelian, apalagi saat ini kondisinya sangat mengkhawatirkan, khususnya di Jalan Lintas Melawi.<br />  <br />“Apapun kondisinya, kontraktor harus segera mengerjakan. Jangan banyak alasan. Apalagi kondisi jalan sangat parah. Kalau memang tidak mau bekerja, jangan ikut lelang proyek,” tegas dia.<br /><br />Desakan agar perbaikan jalan segera dilaksanakan bukannya tanpa alasan. Menurut Franseda, pemenang proyek sudah menerima uang muka proyek jalan tersebut. <br /><br />“Info yang saya dengar, kontraktor sudah mengambil uang muka sebesar 20 persen. Kalau duitnya sudah diambil, seharusnya proyek langsung dikerjakan,” kata dia. <br /><br />Politisi PKPI ini menuturkan, untuk mendesak kontraktor supaya melakukan perbaikan, DPRD Sintang tidak bisa bertindak banyak. <br /><br />“Kami hanya bisa menyuarakan keluhan masyarakat, tidak bisa bertindak. Apalagi proyek ini merupakan kewenangan pemerintah pusat,” ucapnya.<br /><br />Sementara itu Terry Ibrahim, yang juga Anggota DPRD Sintang mengatakan banyak masyarakat mempertanyakan mengapa tak kunjung dikerjakan. <br /><br />“Masyarakat resah karena kerusakan jalan semakin parah. Masyarakat tidak mau tahu apa item pekerjaannya, yang mereka mempertanyakan mengapa belum dimulai,” katanya.<br /><br />Ia meminta, siapapun kontraktor pemenang proyek jalan Simpang Tebelian-Tugu BI segera melakukan pekerjaan. <br /><br />“Terserah perbaikannya seperti apa, yang penting segara dilakukan. Apalagi, lobang di sepanjang jalan dalam kota mulai dari Lintas Melawi sampai jalan Oevang Oeray jumlahnya tidak terhitung banyaknya,” katanya.<br /><br />Dalam kesempatan itu, Teri juga mempertanyakan metode perbaikan jalan yang dilakukan sempat dilakukan dengan penimbunan menggunakan tanah. <br /><br />“Tanah bukan solusi untuk mengatasi kerusakan jalan yang berlobang, malah semakin memperparah kondisi jalan. Apalagi, kendaraan yang melawati jalan tersebut tonasenya bisa mencapai 8 ton,” kata dia. <br /><br />Ia juga mengharapkan, perbaikan jalan yang dilakukan tidak hanya dilakukan ketika ada pejabat mengunjungi Sintang. <br /><br />“Jangan ketika pejabat datang, baru sibuk melakukan perbaikan, mereka tidak perlu dilayani dengan jalan yang baik. Karena yang perlu dilayani dengan jalan yang layak adalah masyarakat, mereka sudah membayar pajak,” kata Teri.<strong>(das/Rzl) </strong> </p>