Home / Tak Berkategori

Dewan Kalbar Pertanyakan Realisasi Kawasan Industri

- Jurnalis

Kamis, 23 Februari 2012 - 09:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi B DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Soemitro mempertanyakan kelanjutan sejumlah kawasan industri yang ada di provinsi itu karena minim realisasi. <p style="text-align: justify;">"Salah satunya yang perlu mendapat perhatian Kawasan Industri Semparuk (KIS) yang ada di Kabupaten Sambas," kata Soemitro saat dihubungi di Pontianak, Kamis.<br /><br />Ia mengaku, termasuk yang memperjuangkan KIS tersebut ketika masih aktif sebagai birokrat.<br /><br />Namun, lanjut dia, setelah bertahun-tahun belum ada realisasi pembangunan industri di kawasan itu.<br /><br />"Padahal sudah banyak kajian-kajian untuk kawasan industri," ujar Soemitro, politisi Partai Hanura.<br /><br />Ia mengungkapkan, KIS yang diusulkan Kalbar itu sebenarnya sudah dianggap tepat oleh pemerintah pusat untuk dijadikan sebuah kawasan industri.<br /><br />"Tetapi percuma saja kalau tetap ditangani oleh Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (Kapet), karena Kapet tidak mempunyai kewenangan," kata dia menegaskan.<br /><br />Selain itu, ada sejumlah perubahan dalam peraturan mengenai sebuah kawasan industri yang sudah mengalami perubahan.<br /><br />Ia mencontohkan, untuk luas lahan di KIS yang disiapkan 36 hektare, dari yang disyaratkan minimal 24 hektare sebelumnya.<br /><br />"Namun sekarang aturannya sudah berubah. Minimal luas untuk kawasan industri sudah 50 hektare," ujarnya.<br /><br />Ia melanjutkan, mau tidak mau harus ditambah luas lahannya. Konsekuensinya ada penambahan biaya untuk pembebasan lahan.<br /><br />"Belum lagi kalau semakin lama, masyarakat akan semakin mempertanyakan," katanya mengingatkan.<br /><br />KIS terletak di tepi jalan utama menuju ke Kota Sambas dari Pontianak. Jaraknya sekitar 190 kilometer dari Pontianak. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Berita Terkait

Solid Tanpa Voting, Tumpo Kembali Nahkodai PSMTI Melawi
Gandeng Pengusaha Nasional, Gubernur Dorong Realisasi Investasi Pendidikan dan Kesehatan
Harga Sembako Melejit Tajam, Bawang dan Cabai Picu Keluhan Warga Melawi
Polisi Turun Tangan! SPBU Disisir Ketat, Distribusi BBM Melawi Diawasi Total
Pemilik Warung Kopi di Pasar Melawi Klarifikasi Isu Penampungan Emas Ilegal
Jelang Ramadan, DPRD Melawi Minta Pengawasan Ketat Harga Sembako dan LPG
Ribuan Warga Meriahkan Pawai Obor Sambut Ramadan 1447 Hijriah di Melawi
Lembaga Adat Segel Tambang Diduga Ilegal Milik PT GUM, DAD Belitang Hulu Minta Aktivitas Dihentikan

Berita Terkait

Selasa, 17 Februari 2026 - 22:08 WIB

Solid Tanpa Voting, Tumpo Kembali Nahkodai PSMTI Melawi

Selasa, 17 Februari 2026 - 18:34 WIB

Gandeng Pengusaha Nasional, Gubernur Dorong Realisasi Investasi Pendidikan dan Kesehatan

Selasa, 17 Februari 2026 - 14:47 WIB

Harga Sembako Melejit Tajam, Bawang dan Cabai Picu Keluhan Warga Melawi

Selasa, 17 Februari 2026 - 14:12 WIB

Polisi Turun Tangan! SPBU Disisir Ketat, Distribusi BBM Melawi Diawasi Total

Selasa, 17 Februari 2026 - 12:54 WIB

Pemilik Warung Kopi di Pasar Melawi Klarifikasi Isu Penampungan Emas Ilegal

Berita Terbaru

Tumpo yang terpilih kembali secara aklamasi sebagai Ketua PSMTI Kabupaten Melawi. (Dedi Irawan)

Berita

Solid Tanpa Voting, Tumpo Kembali Nahkodai PSMTI Melawi

Selasa, 17 Feb 2026 - 22:08 WIB