Dewan Melawi Berang, PT. RKA Abaikan Undangan Rapat

oleh

Ketua Komis C DPRD Melawi, Malin berang oleh sikap perusahaan PT Rafi Kamanjaya Abadi (RKA) yang tidak datang menghadiri rapat bersama anggota DPRD Melawi. <p style="text-align: justify;">PT Rafi merupakan perusahaan sawit asal Malaysia yang saat ini beroperasi di wilayah Kabupaten Melawi ini di undang DPRD untuk melakukan rapat pembahasan persoalan PT. Rafi yang dinilai banyak melakukan pembohongan masyarakat. <br /><br />Berdasarkan jadwal, rapat bersama pihak perusahaan seharusnya dimulai pukul 09.00 WIB. Namun hingga pukul 11.30 WIB tidak satupun batang hidung perwakilan perusahaan yang datang menghadiri.<br /><br />“Rapat ini penting untuk membahas dan menglarifikasi persoalan-persoalan yang saat ini berkembang dimasyarakat dengan aktifitas pihak perusahaan yang dianggap banyak melakukan kebohongan kepada masyarakat,” katannya, Rabu (7/10).  <br /><br />PT. Rafi tidak pun tidak menyampaikan klarifikasi terkait pembatalan sepihak yang dilakukan. “Sampai saat ini tidak ada alasan dari mereka kenapa tidak datang,” sesalnya. <br /><br />Saat ini menurut Malin, masyarakat telah banyak mengeluh terkait pembagian plasma inti antara PT Rafi dengan masyarakat yang masih belum dibayarkan. Padahal saat ini pihak perusahaan dikatakan Malin telah melakukan panen buah sawit. <br /><br />“Masyarakat sekarang banyak yang gigit jari karena tidak dibayar oleh perusahaan,” ujarnya. <br /><br />Saat ini juga, dilanjutkan Malin aktifitas perusahaan juga sudah banyak yang terhenti. Parahnya, pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan oleh masyarakat juga belum dibayarkan oleh PT Rafi. <br /><br />“Alasannya perusahaan saat ini sedang melakukan audit. Sah saja melakukan audit, tapi sampai kapan, ini sudah berjalan empat hingga lima bulan. Artinya jika dilakukan audit mereka butih berapa lama, kan perlu kejelasan,” tegasnya. <br /><br />Selain itu juga agenda rapat juga akan membahas terbakarnya lahan PT Rafi beberapa waktu lalu yang mengakibatkan Kabupaten Melawi disesaki oleh kabut asap.  <br /><br />“Termasuk itu juga. Tidak tahu apakah lahan itu terbakar atau dibakar, ini juga yang akan kita dalami,” ungkapnya. <br /><br />Malin juga menuding PT Rafi selama ini tidak profesional dalam bekerjasama dengan masyarakat. <br />“Banyak trik kontrak yang dilakukan PT Rafi ke masyarakat selama ini. Kontraktor pengerjaan selama ini tidak pernah diberikan kontrak kerja dan ini sudah berjalan bertahun-tahun,” jelasnya. <br /><br />PT Rafi juga menurut Malin, selama ini memperkerjakan masyarakat dengan istilah kontraktor, padahal jabatan yang diemban adalah buruh. <br /><br />“Sehingga banyak masyarakat yang berbondong-bondong menyerahkan lahannya ke PT Rafi dengan iming-iming menjadi kontraktor. Padahal sebenarnya hanya buruh. Ini saya lihat ada kesan pembodohan kemasyarakat,” sesalnya.<br /><br />Ditempat yang sama Ketua DPRD Melawi, Abang Tanjudin menambahkan anggota DPRD  tidak ingin adanya prasangka pembiaran dan muncul masalah yang semakin besar antara masyarakat dengan PT Rafi. <br /><br />“Jangan sampai juga nanti terjadi kegaduhan dan berujung pada instabilitas daerah karena masalah ini. Intinya kami ingin ada kesejahteraan antara masyarakat dan perusahaan dalam bekerja di Melawi,” tegasnya juga.</p>