Dewan Minta PLN Agar Tambah Mesin

oleh

Kepala PLN Rayon Nanga Pinoh, Ahmadin mengatakan, pemadaman yang terjadi belakangan ini, dikarenakan tegangan beban yang berubah-rubah akibat, sehingga beban yang tersedia saat ini sebanyak 7,5 mega watt tak mampu, dan terjadi pemadaman. <p style="text-align: justify;">“kita kan tidak bisa mengontrol pemakaian warga. Jadi ketika pemadaman terjadi, ketika mau menyalakannya, tegangan beban lansung naik secara langsung karena warga sudah menyalakan semua lampunya, tanpa bertahap. Ibaratnya mobil pick up yang mampu menanggung beban berat 5 ton, barang, tapi barang itu dimasukan sekaligus dengan cara dihempas, nah begitulah tegangan beban yang terjadi,” katanya saat ditemui di ruangan kerjanya. Selasa (29/3) kemarin.<br /><br />Terkait Bahan Bakar Minyak (BBM) Ahmadin mengatakan tidak ada masalah dengan persediaan BBM. Kemudian terkait dua mesinnya yang rusak, pihaknya juga sudah melakukan perbaikan. <br /><br />“Persoalannya hanya tegangan beban tadi, ditambah lagi akibat gangguan jaringan akibat ranting,” katanya.<br /><br />Ahmadin kembali mengutarakan janji seperti sebelum-sebelumnya , bahwa pemadaman bakal diminimalisir. Dia pun pihaknya sudah mengupayakan penggantian alat atas kerusakan mesin tersebut. <br /><br />“Hari ini Insha Allah sudah mulai berkurangi pemadamannya,” katanya.<br /><br />Terpisah, Anggota DPRD Melawi, Yosep Fery Chin, menilai bahwa pemadaman terjadi karena kekurangan beban pakai serta beban back up oleh pihak sewa tama yang merupakan pihak ketiga yang digunakan PLN.<br /><br />“Untuk itu kita minta pihak PLN meminta tambahan beban ke sewa tama, agar beban back up bisa mampu ketika adanya tegangan beban. Melawi saat ini hanya ada 7,5 mege watt, seharusnya Melawi ini punya 10 mega watt. Apalagi pembangunan sudah semakin bertambah, otomatis pengguna listrik semakin bertambah juga, jadi mana mampu dengan beban pakai saat ini,” ujarnya.<br /><br />Pihak DPRD juga akan melakukan pemanggilan terhadap pihak PLN, dan pihak sewa tama, sehingga bisa diketahui apa persoalannya. <br /><br />“Dalam waktu dekat kami akan panggil PLN, dan pihak sewa tama, agar mereka bisa menjelaskan persoalan yang ada,” paparnya.<br /><br />Warga mengaku  resah lantaran seringnya listrik mengalami byarpet. Bahkan pada Selasa (29/3) malam, hampir mencapai sepuluh kali listrik padam dan menyala kembali secara berulang-ulang dalam rentang waktu berdekatan, bahkan hanya dalam hitungan menit. Ini terjadi di area lapangan Kecamatan, Desa Paal.<br /><br />Sebelumnya, Seorang warga Nanga Pinoh Juliana mengaku sangat kesal dengan kondisi pemadaman listrik yang terjadi belakangan ini, terlebih pemadaman itu terjadi berkali-kali dalam satu hari yang rentang waktunya hanya hitungan menit saja  “Tadi malam, ada lebih lima kali listrik padam, menyala, padam menyala berulang-ulang kali, seperti anak kecil mainkan kontak lampu,” Ujarnya.<br /><br />Pemadaman itu sangat membuat dampak seperti peralatan elektronik juga bisa mengalami kerusakan. Jika terjadi pemadaman dalam waktu lama, warga menurutnya masih bisa memahami, apalagi kalau diberikan pengumuman pemadaman. <br /><br />“Ini tidak ada pengumuman. Tiba-tia pmati, kemudian hidup, terus berkali-kali,” ujarnya.<br /><br />Menurut dia jika memang daya listrik sudah tidak memadai, ataupun misalnya terjadi kerusakan mesin dan teraksa dilakukan pemadaman , PLN dapat memberikan pemberitahuan pemadaman listrik secara bergilir “Misalnya dari masjid ke masjid atau melalui media dan sebagainya. <br /><br />Kemudian memperbanyak pembuatan pamphlet penguumuman agara masyarakat tahu kondisinya,” ungkapnya.<br /><br />Dia juga bertanya-tanya padahal pada saat lsitrik byarpet, kondisi cuaca cukup baik. Tidak ada angina maupun curah hujan. Biasanya alasanya PLN jika byarpet terjadi gangguang jaringan akibat pohon dan sebagainya. <br /><br />“Jadi ini karena apa. kemarin katanya kerusakan mesin tapi sudah diperbaiki. Tapi ini ada pemadaman lagi,”ungkapnya. (KN)</p>