Dewan Pertanyakan Rp4,5 Miliar Perbaikan Fender Jembatan

oleh

Anggota Komisi A DPRD Kota Pontianak Harry Andrianto mempertanyakan uang ganti rugi sebesar Rp4,5 miliar untuk perbaikan fender Jembatan Kapuas I oleh penabrak sebelumnya, yang hingga kini belum juga diperbaiki. <p style="text-align: justify;">"Menurut informasi ada Rp4,5 miliar yang diterima Kimpraswil Kalbar dari ganti rugi penabrak terdahulu, tetapi hingga kini belum dilakukan perbaikan terhadap tiang peyanggah sehingga terjadi tabrakan pada tiang utama, pada Selasa (3/6) oleh ponton yang mengangkut pasir," kata Harry Andrianto di Pontianak, Jumat.<br /><br />Menurut dia kalau terbukti ditabraknya tiang utama Jembatan Kapuas akibat keteledoran instansi terkait, maka harus diusut, jangan sampai ada kerugian dan penyelewengan, selain itu perusahaan penabrak pun harus disanksi berat karena telah merugikan ribuan masyarakat Kalbar.<br /><br />Ia menyayangkan lambannya penanganan perbaikan fender tiang utama Jembatan Kapuas I, sehingga berakibat fatal dengan ditabraknya tiang utama jembatan karena tidak adanya fender.<br /><br />"Tertabraknya kembali tiang utama Jembatan Kapuas I mencerminkan kebobrokan para pejabat daerah yang tidak serius melakukan pencegahan sehingga dampaknya merugikan kenyamanan masyarakat dan merugikan pelaku usaha," ungkapnya.<br /><br />Menurut dia peristiwa tertabraknya tiang utama Jembatan Kapuas I, sudah sangat keterlaluan, karena sudah berkali-kali ditabrak, tetapi tetap saja tidak ada upaya pencegahan, apakah menunggu roboh baru dilakukan upaya pencegahan.<br /><br />Hasil pantauan dia di lapangan dampak dari ditutupnya kembali Jembatan Kapuas I bagi kendaraan roda empat keatas, telah menyebabkan kemacetan di jalur Jalan Tanjung Raya I, Imam Bonjol, Adisucipto karena arus lalu lintas menjadi menumpuk di Jembatan Kapuas II bagi masyarakat yang akan ke Kecamatan Pontianak Timur dan Utara.<br /><br />"Kasihan masyarakat diperlakukan seperti itu berulang-ulang, akibat teledor oleh mereka yang tidak punya tanggung jawab. Harusnya siapa yang merasa punya kewenangan dihukum atau diberi sanksi tegas, dan jangan hanya saling menyalahkan saja," kata Harry.<br /><br />Sebelumnya, Selasa (3/6) sekitar pukul 11.00 WIB jembatan Kapuas I kembali ditabrak oleh ponton pengangkut pasir yang dinakhodai Robert Simanjuntak (58) yang kini nakhodanya sudah ditahan oleh Polair Polda Kalbar.<br /><br />Kepala Bidang Humas Polda Kalbar Ajun Komisaris Besar (Pol) Mukson Munandar menyatakan Jembatan Kapuas I ditutup sementara bagi kendaraan roda empat keatas mulai Rabu malam (4/6) mulai pukul 21.30 WIB, hingga batas waktu yang belum ditentukan, pasca ditabraknya jembatan itu, oleh ponton yang mengangkut pasir, Selasa (3/6).<br /><br />Mukson menjelaskan penutupan itu berdasarkan rekomendasi dari tim teknis Kementerian Pekerjaan Umum pusat dan Kalbar.<br /><br />Pada Agustus 2013 tiang utama Jembatan Kapuas I Pontianak juga ditabrak sebuah ponton yang bermuatan bauksit sekitar 5.000 kubik dari Tayan, Kabupaten Sanggau, sehingga jembatan itu sempat berguncang keras dan juga mengakibatkan rangka tiga dan empat atau persis di tengah-tengah jembatan itu bergeser hingga 10 sentimeter.<br /><br />Peristiwa itu membuat Pemerintah Provinsi Kalbar sempat menutup beberapa bulan jembatan itu, sehingga hanya boleh dilewati oleh kendaraan roda dua.<br /><br />Data Polda Kalbar mencatat, sepanjang tahun 2013 terjadi tiga kasus penabrakan tiang fender dan tiang utama oleh ponton sehingga menyebabkan Jembatan Kapuas I ditutup untuk sementara waktu karena dilakukan perbaikan oleh Kementerian PU.<br /><br />Kemudian, Maret 2014 tiang utama Jembatan Kapuas I kembali ditabrak oleh oleh sebuah ponton yang sedang mengangkut minyak dari arah hulu Sungai Kapuas Pontianak, dan hari ini tiang utama jembatan itu kembali ditabrak oleh ponton yang sedang mengangkut pasir. <strong>(das/ant)</strong></p>