Dewan Riset Daerah Soroti Ketahanan Pangan Kalteng

oleh

Dewan Riset Daerah Kalimantan Tengah menyoroti lemahnya ketahan pangan khususnya beras karena sekitar 50 persen kebutuhan masyarakat yang beredar di pasar saat ini diperkirakan berasal dari pulau Jawa. <p style="text-align: justify;">Dilihat dari luas lahan sawah-ladang padi yang mencapai 213.058 hektare dan hasil produksinya pada 2011 tercatat 599.740 ton, maka lebih dari cukup, kata Anggota Dewan Riset Daerah (DRD) Kalteng DR Moses Embang di Palangka Raya, Minggu.<br /><br />"Itu data tahun 2011. Apakah pada 2012-2013 mengalami perkembangan atau ada penurunan. Pemerintah juga harus melihat kecenderungan produksi pangan agar tidak terus bergantung pasokan dari pulau jawa," katanya.<br /><br />Dikatakan, program pembangunan pertanian dalam arti luas perlu dikaji dan harapannya mengarah ke masterplan percepatan pengembangan dan pembangunan ekonomi indonesia (MP3EI).<br /><br />Selain itu, strategi kebijakan pembangunan yang disusun dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) perlu dilihat apakat sudah tepat atau perlu dikaji kembali.<br /><br />"Kalau dilihat dari capaian kinerja pembangunan bidang ekonomi di Kalteng sejak tahun 2011 melebihi target. Untuk tahun 2012 dan 2013 ini yang belum dapat diukur sehingga harus mendapat perhatian pemerintah," katanya.<br /><br />Tenaga kerja Moses mengatakan, untuk ketersediaan lapangan pekerjaan di luar pegawai negeri sipil (PNS) khususnya di sektor pertanian dalam arti luas maupun pertambangan sangat banyak.<br /><br />Namun persoalan sekarang ini adalah ragam pelatihan keterampilan tenaga kerja masih sangat minim, karena budaya penduduk lokal kurang cepat merespon peluang dan pendidikan.<br /><br />"Harus diakui kinerja pembangunan di bidang sosial khususnya dalam mengatasi isu pengangguran terbuka di Kalteng pada 2011 telah melampaui target. Hanya kualitas tenaga kerjanya yang perlu mendapat perhatian," demikian Moses. <strong>(das/ant)</strong></p>