Dewan: Sekolah Langganan Banjir Diknas Minta Buat Perencanaan

oleh

Akibat curah hujan yang cukup tinggi akhir-akhir ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang meliburkan sekolah yang terkena banjir. <p style="text-align: justify;">Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang Marcues Afen kepada media beberapa hari yang lalu, pihaknya meliburkan 11 sekolah yang terkena dampak musibah banjir.<br /><br />“Kita telah meliburkan beberapa sekolah yang terkena musibah banjir ini”, jelas Afen.<br /><br />Lanjut Afen, murid atau siswa yang diliburkan dari kelas I hingga Kelas XI, sementara untuk kelas XII tetap masuk seperti biasa karena masih ada ulangan umum.<br /><br />“Ya, kelas I hingga kelas XI kita liburkan bagi sekolah yang terkena banjir, sementara dewan guru dan siswa kelas XII tetap masuk seperti biasa”, terang Afen.<br /><br />Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Sintang, K. Daniel B, menyambut baik apa yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang yang meliburkan anak-anak sekolah yang terkana banjir.<br /><br />“Kita menyambut baik langkah-langkah yang diambil oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam meliburkan anak sekolah”, jelas Daniel.<br /><br />Lanjut, politisi PKP Indonesia ini, yang perlu di perhatikan selain meliburkan siswa-siswinya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga harus mendata sekolah-sekolah mana saja yang sering kali terkena banjir.<br /><br />Kita jangan terlena ketika banjir merendam sekolah, sekolah diliburkan, apakah tiap tahunnya kita harus meliburkan anak sekolah karena gara-gara banjir ? tentunya harus mencari solusinya, dan buat perencanaan yang matang bagaimana sekolah tersebut tidak terendam banjir lagi.<br /><br />“Saya pikir, sekolah yang sering kali terkena langganan banjir, wajib di pindahkan, agar proses belajar mengajar tidak tergannggu, sehingga siswa-siswipun tidak ketinggalan materi pelajaran”, terang Daniel. (KN)</p>