Dewan Siap Kawal Hasil Musrenbang Kecamatan Dedai

oleh

Selasa (14/2) pagi bertempat di aula balai pertemuan Kecamatan Dedai, pihak Kecamatan Dedai melaksanakan kegiatan musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) tahun 2018, dalam kegiatan ini disampaikan beberapa usulan yang akan menjadi prioritas dari Kecamatan Dedai. <p style="text-align: justify;">Pada musrambang yang digelar sehari penuh tersebut, nampak pula kehadiran tiga wakil rakyat pada daerah pemilihannya. Kehadiran tiga anggota dewan tersebut yakni Syahroni, Gregorius Bala dan Frorensius Roni di Musrembang Kecamatan Dedai ini patut diacungi jempol dan menjadi perhatian bagi para peserta yang hadir pada saat itu.<br /><br />“Terimakasih pak atas kehadirannya pada kegiatan musrembang kali ini. Kehadiran bapak bersama teman-teman sangat kami harapkan untuk mengawal beberapa usulan pembangunan di daerah kami,”kata salah satu peserta yang hadir diiringi tepuk tangan peserta lainnya.<br /><br />Sementara itu Camat Dedai Subendi dalam sambutannya mengatakan bahwa musrembang ini wajib hukumnya untuk dihadiri seluruh perangkat desa, selain itu dalam musrembang ini diharapkan jangan hanya sekedar datang tapi harus membahas bersama.<br /><br />“Kami pihak kecamatan sangat konsisten untuk mengawal ini. Untuk usulan ada beberapa usulan yang masuk, namun tentunya kami mengambil beberapa usulan yang akan menjadi skala prioritas,”kata Subendi.<br /><br />Adapun usulan yang menjadi skala prioritas seperti jalan, jembatan, pendidikan dan kesehatan. “Usulan-usulan inilah yang menjadi skala prioritas yang akan kita usulan ke musrenbang tingkat kabupaten,”jelasnya.<br /><br />Dikatakan Subendi dalam musrembang kali ini persoalan infrastruktur masih menjadi keluhan mendasar dalam setiap usulan yang ada. Menurutnya sesuai dengan prime over saat ini kita masih dalam kondisi kegawatan infrastruktur dasar.<br /><br />“kita akui memang sudah ada beberapa usulan infrastruktur seperti jalan-jalan poros yang sudah diperhatikan. Tapi ada jalan tertentu yang memang untuk diperhatikan seperti jalan menuju penyak lalang ke arah ulu dedai,”katanya.<br /><br />Setelah melaksanakan murembang di tingkat kecamatan Dedai, lanjutnya bahwa usulan yang disampaikan akan dibawa ke tingkat Kabupaten paling lama tiga hari.<br /><br />“Kita sepakat bahwa desa yang belum mendapatkan realisasi hasil musrembang pada tahun 2015 yang lalu maka di tahun 2017 akan kita prioritaskan realisasinya di 2018,”jelasnya.<br /><br />Sementara itu anggota DPRD Sintang Syahroni yang hadir dalam kegiatan musrenbang mengaku, kegiatan musrenbang ini merupakan awal dari setiap pembangunan, dimana dari usulan-usulan yang berasal dari warga ditampung untuk dikawal hingga ketingkat kota, untuk dapat disampaikan ke instansi-instansi terkait apakah usulan ini bisa direalisasikan pengerjaannya ataupun baru dibuatakan terlebih dahulu.<br /><br />“Usulan yang masuk tahun ini, tentunya akan ditampung, sementara untuk pengerjaan di tahun 2017 ini bisa jadi merupakan usulan-usulan yang sudah lama diusulkan namuan belum teralisasikan,” beber Syahroni.<br /><br />Dia mengharapkan, usulan kegiatan yang disampaikan masyarakat bisa diakomodir pada musrenbang tingkat kabupaten, sehingga masyarakat bisa merasakan pembangunan yang dilakukan Pemkab Sintang.<br /><br />”Jangan sampai usulan kegiatan di tingkat desa dan kecamatan tidak terakomodir, karena nantinya terkesan musrenbang di tingkat desa dan kecamatan hanya formalitas saja,” ujar ketua Komisi A DPRD Sintang ini.<br /><br />Nanti, lanjutnya, dalam pelaksanaan musrenbang tingkat kabupaten, Pemkab Sintang diminta meningkatkan anggaran pemberdayaan masyarakat. Hal itu diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.<br /><br />”Kita juga minta kepada masyarakat agar bersabar jika usulan yang disampaikan tidak terakomodir, karena tidak semua bisa terpenuhi. Pasalnya, pemerintah juga memiliki keterbatasan anggaran,” tandasnya. (SN)</p>