Pasca ambruknya jembatan Tenggarong yang merupakan jembatan kebanggaan masyarakat Kutai Kartanegara, hendaknya dapat dijadikan pelajaran akan pentingnya pengawasan serta perawatan infrastruktur. <p style="text-align: justify;">Demikian disampaikan anggota DPRD Sintang dari Komisi II Franseda, Rabu (30/11) di DPRD Sintang.<br /><br />“Ambruknya jembatan Tenggarong merupakan pelajaran untuk kita semua,” ungkapnya.<br /><br />Menurutnya, meskipun di Kalimantan Barat tidak memiliki jembatan dengan model seperti jembatan Tenggarong, namun bukan berarti melalaikan perawatan dan pengawasan jembatan yang ada.<br /><br />“Harus diakui infrastruktur tersebut memang tidak terawasi dengan baik” kata Franseda.<br /><br />Padahal, lanjutnya sarana tersebut sangat vital artinya bagi masyarakat dan jika tidak dilakukan perawatan rutin hal serupa bisa terjadi di Kalimantan Barat.<br /><br />“Kita tidak berharap, namun bisa saja terjadi jika melalaikannya,” tandasnya.<br /><br />Diungkapkan Franseda, untuk Kabupaten Sintang, bahkan wilayah Timur Kalbar cukup banyak infrastruktur jembatan yang merupakan tanggung jawab provinsi, namun sepanjang jembatan tersebut berdiri jarang tersentuh perawatan dan pengawasan.<br /><br />“Saran kita harus ada dana khusus untuk pemeliharaan rutin sehingga terjamin keselamatan para pengguna jembatan tersebut,” ungkapnya<br /><br />Selama ini, dirinya melihat banyak kendaraan truk yang bertonase 10 hingga 20 ton juga melintas diatas jembatan sehingga jika tidak ada pengawasan, dikhawatirkan daya tahan pondasi jembatan akan semakin berkurang.<br /><br />“Kendaraan yang mengangkut alat-alat berat yang bebannya diatas 20 ton akan rawan bagi jembatan terutama pondasinya,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>















