Dharma Bhakti Lakukan Disertifikasi Usaha

oleh

Sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Perkoperasian No 17 Tahun 2012, setiap jenis usaha Koperasi harus mengantongi izin sendiri-sendiri. <p style="text-align: justify;">Sebelumnya, sebuah Koperasi Serba Usaha (KSU) misalnya, yang dalam perkembangannya menambah jenis usahanya dengan membentuk divisi Simpan-Pinjam, cukup mengantongi 1 izin awal saja. Didalam Undang-Undang yang menggantikan Undang-Undang Perkoperasian No 25 Tahun 1992 ini, disertifikasi usaha tersebut harus mengantongi izin tersendiri.<br /><br />Demikian juga, yang harus dilakukan oleh Koperasi Dharma Bhakti. Koperasinya para petani kelapa sawit di Kecamatan Binjai Hulu ini, harus mengurus lagi perizinan tersendiri. Karena Dharma Bhakti akan membuka Koperasi Simpan-Pinjam. Atas rencananya tersebut, Koperasi Dharma Bhakti telah mengundang Staf Penilai dari Kementerian Koperasi dan UKM untuk hadir dikantornya.<br /><br />“Kami optimis akan mendapatkan izin khusus untuk kegiatan simpan-pinjam. Karena permohonan izin Koperasi tidak pernah dipersulit. Dan jika dalam penilaian petugas sekaligus akan diberian pembekalan,” ucap ketua Koperasi Dharma Bhakti, Julian Sahri, hari Jumat (24/1/20145).<br /> <br />Julian Sahri melaporkan, bahwa rombongan penilai yang hadir pada hari Rabu (22/1/2014) lalu, terdiri dari 3 orang saja, yaitu Syahruddin sebagai pimpinan rombongan, didampingi oleh Yuel Panjaitan dan Risma. Tim ini akan berkunjung selama 2 hari. Dihari pertama, setelah mengunjungi Kepala Bidang Koperasi Dinas Perindusterian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Sintang, Rosmawati, langsung menuju kantor Dharma Bhakti untuk melakukan penilaian. Dihari kedua, Tim Penilai akan menggelar bimbingan teknis kepada seluruh pengurus Koperasi Dharma Bhakti, dilanjutkan dengan melihat-lihat pabrik minyak kelapa sawit (PMKS) di Desa Mensiku Jaya, papar Julian.<br /><br />Dalam pertemuan ini, juga diikuti oleh para pengurus Koperasi-Koperasi yang menjadi mitra Dharma Bhakti. Koperasi Mitra Dharma Bhakti ini, terdiri dari KUD Harapan Jaya di desa Dak Jaya; KUD Lembang Semuang di desa Mensiku; KUD Tunas Harapan Jaya di desa Binjai Hulu; KUD Setia Utama di desa Telaga Dua; KUD Sawit Makmur di desa Sungai Risap; dan KUD Kaban Benua di desa Nanga Ketungau.<br /><br />“Disertifikasi usaha ini, semata-semata demi kebutuhan anggota. Selama ini, pinjaman anggota kepada Koperasi Dharma Bhakti diarahkan kepada sebuah Credit Union di kota Sintang. Jika Dharma Bhakti memiliki Koperasi Simpan Pinjam, anggota tidak perlu jauh-jauh lagi ke Sintang,” jelas Julian.<br /><br />Sementara, kepala rombongan Tim Penilai, Syahruddin, saat ditemui membenarkan bahwa dengan telah adanya Undang-Undang Perkoperasian No 17 Tahun 2012, setiap jenis usaha Koperasi harus memiliki izin sendiri-sendiri. Jika sebuah Koperasi memiliki 3 jenis kegiatan Koperasi, maka harus mengantongi 3 buah izin, tegasnya. <strong>(Luc/das)</strong></p>