Di Pontianak Orangutan Dikira Rusa Mati Ditembak

oleh

Seekor orangutan jantan yang semula dikira rusa, mati ditembak oleh warga yang sedang berburu di kawasan perkebunan kelapa sawit di Jalan Panca Bhakti Siantan, Kecamatan Pontianak Utara, Kalimantan Barat. <p style="text-align: justify;">"Saat berburu, Minggu (3/11), teman saya Junaidi mengira ada seekor rusa sedang berlindung di semak-semak dan langsung ditembak. Kemudian dilihat ternyata yang ditembak dan kemudian mati itu orangutan," kata Hanafi salah seorang warga setempat di Pontianak, Selasa.<br /><br />Hanafi menjelaskan, karena yang ditembak ternyata orangutan, Junaidi kemudian minta pertolongan kepada warga ke arah kota terdekat guna menyelamatkan orangutan yang saat itu dalam kondisi sekarat.<br /><br />Junaidi bersama warga kemudian kembali lagi ke lokasi orangutan yang tertembak itu sekitar pukul 13.00 WIB, namun satwa dilindungi tersebut sudah mati.<br /><br />"Karena kondisinya sudah mati, orangutan itu kemudian dipotong-potong dan dagingnya dibagikan untuk dimasak. Kalau tidak dimasak membazir karena sudah mati," ujar Hanafi yang sehari-hari sebagai petani.<br /><br />Dia mengetahui kalau orangutan termasuk satwa yang dilindungi. "Orangutan itu ditembak bukan secara sengaja, tetapi karena dikira rusa," ungkapnya.<br /><br />Pada Selasa (22/10) siang, seekor orangutan jantan juga mati setelah sebelumnya diamankan oleh warga karena dikhawatirkan membahayakan penduduk Dusun Danau, Desa Peniraman, Kabupaten Pontianak.<br /><br />Warga tidak menyebut pasti penyebab kematian orangutan itu. Bekas luka yang terlihat pada tubuh orangutan itu disebutkan warga akibat terjatuh dari pohon saat dikejar dan dikepung.<br /><br />Saat diberi makan, orangutan tersebut tidak mau dan hanya minum sebelum akhirnya mati.<br /><br />Sebelumnya, Hardi Baktiantoro dari Principal Centre for Orangutan Protection mendesak adanya penegakan hukum kepada pihak-pihak yang dengan sengaja menyebabkan kematian orangutan.<br /><br />"Kementerian Kehutanan hendaknya tidak ragu untuk menegakkan hukum. Sosialisasi perlindungan orangutan tidak bisa lagi dilakukan dengan cara seperti selama ini. Penjara adalah ruang kelas terbaik bagi pembunuh orangutan," kata dia.<br /><br />Ia mencontohkan tim dari Mabes Polri yang menunjukkan tindakan tegas agar masyarakat tidak lagi membunuh orangutan di Kalimantan Timur. "Serial penangkapan dan pemenjaraan 8 orang pada tahun 2012, merupakan terapi kejut yang sangat efektif. Kini masyarakat Kalimantan Timur memilih untuk menghindar dan menghubungi petugas jika bermasalah dengan orangutan," kata Hardi.<br /><br />Ia sendiri mencatat kejadian di Desa Peniraman terhadap orangutan bukan yang pertama kali. Pada Desember 2010, ada satu orangutan betina yang dibunuh dengan cara mengikat dan menenggelamkannya ke sungai. <strong>(das/ant)</strong></p>