Dialog Terbuka Maksimalkan Pemahaman Pilar Kebangsaan

oleh
oleh

Kepala Pusat Pengkajian MPR RI, Ma’ruf Cahyono mengatakan, dibutuhkan pola yang berbeda dalam pemahaman empat pilar kebangsaan agar lebih maksimal. <p style="text-align: justify;">"Jadi, tidak sekedar memahami dan mengerti serta hapal tentang empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika," kata Ma’ruf Cahyono di sela seminar "Empat Pilar Kebangsaan" di Pontianak, Kamis.<br /><br />Menurut dia, saat ini pola pemahaman empat pilar kebangsaan dilakukan melalui dialog terbuka.<br /><br />"Dialog terbuka diharapkan mampu menggali pemahaman lebih mendalam mengenai empat pilar kebangsaan," ujar Ma’ruf Cahyono.<br /><br />Ia tidak memungkiri, multi krisis yang terjadi di Indonesia tidak terlepas dari kurang dipahaminya empat pilar kebangsaan oleh generasi muda.<br /><br />"Banyak kajian lain yang kami lakukan, yang mengarah kepada empat pilar kebangsaan tersebut," ujarnya.<br /><br />Ia melanjutkan, sosialisasi mengenai empat pilar kebangsaan itu sendiri juga diharapkan tidak hanya untuk kalangan perguruan tinggi.<br /><br />Selain itu juga dibahas kemungkinan untuk masuk ke dalam kurikulum di tingkat pendidikan menengah.<br /><br />Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Farhan Hamid mengatakan, empat pilar kebangsaan harus menjadi landasan dalam membangun karakter bangsa.<br /><br />Ia menegaskan, sosialisasi intens dilakukan agar semua warga negara harus tahu dan paham tentang falsafah hidup bangsa.<br /><br />"Di sini, prinsip-prinsip kebangsaan dikedepankan agar generasi muda paham dan tahu," kata dia menegaskan. <strong>(phs/Ant)</strong></p>