Berada di beranda terdepan negara ternyata tidak serta merta mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah, sejak dibangun pada 1975, Sekolah Dasar Negeri nomor 13 Nanga Bayan Kecamatan Ketungau Hulu belum pernah mendapatkan sentuhan perbaikan. <p style="text-align: justify;">Kondisi itu disampaikan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Mardiyansyah kepada Kalimantan-news.com beberapa hari lalu.<br /><br />“Ketika turun kelapangan, pihak sekolah menyampaikan ke saya untuk mencarikan solusi mengenai sekolah mereka yang belum pernah direhab sejak dibangun 36 tahun lalu,” ujar legislator asli Ketungau Hulu ini.<br /><br />Sebenarnya kata dia persoalan itu sudah sering disampaikan namun tetap saja belum memperoleh tanggapan sehingga pihak sekolah kembali menyampaikan surat agar sekolah diperbaiki.<br /><br />“Bayangkan,sekolah yang dibangun puluhan tahun lalu, tentunya kondisi bangunannya sudah banyak yang rusak, padahal di sekolah tersebut siswanya lumayan banyak,” kata dia.<br /><br />Selain soal bangunan sekolah, ia mengatakan kondisi dua unit rumah dinas guru yang dibangun pada 1982 lalu juga sangat memprihatinkan sehingga sudah tidak layak lagi ditempati.<br /><br />“Padahal rumah dinas itu sangat diperlukan agar guru yang ditugaskan di sekolah itu bisa memiliki tempat tinggal yang layak,” ucapnya.<br /><br />Nanga Bayan adalah salah satu desa di Kabupaten Sintang yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, Malaysia. Untuk mencapai desa tersebut, butuh waktu panjang karena sarana dan prasarana transportasi yang masih belum memadai. <br /><br />Di desa itu,masyarakat merasa lebih dekat dengan Malaysia, terutama untuk urusan ekonomi dan pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari karena jarak desa dengan ibukota kecamatan sangat jauh, apalagi ibukota kabupaten.<br /><br />Selain soal bangunan sekolah dan rumah dinas guru, ia mengatakan yang juga dikeluhkan pihak sekolah adalah minimnya referensi atau bahan pelajaran bagi para siswa karena ketiadaan perpustakaan.<br /><br />“Mestinya pemerintah sejak lama merespon masalah ini, pimpinan pemerintahan telah berganti berkali-kali, sementara sekolah tetap seperti itu, padahal pendidikan adalah kebutuhan dasar yang harus dipenuhi,” kata dia.<br /><br />Ia sangat berharap apa yang disampaikan pihak sekolah mengenai kondisi sekolahnya tersebut bisa segera direspon.<br /><br />“Bila perlu secepatnya, karena ini sudah menjadi kebutuhan masyarakat setempat, bagaimana mau meningkatkan pendidikan di perbatasan kalau sekolahnya seperti itu,” imbuhnya. <strong>(phs)</strong></p>















