Diduga Ada Permainan, Puluhan Warga Amankan Tengki Minyak

oleh
oleh

urang lebih 34 orang warga Kecamatam Putussibau Selatan tepatnya Kedamin dan sekitarnya, sekitar pukul 19.00 wib Senin (25/07) kemarin melakukan penangkapan terhadap salah satu mobil tengki minyak jenis premium, pasalnya sejumlah warga tersebut mencurigai adanya permainan dari pihak APMS PT. Hidayah yang menurut informasi minyak tersebut disalurkan ketempat lain, kecurigaan sejumlah warga tersebut akhirnya memicu gerakan dengan menahan atau menghadang Mobil tengki yang bernomor polisi KB 9559 FC merk Mitsubishi Fu tersebut. <p style="text-align: justify;">Kepada sejumlah wartawan Ajan yang mewakili dari pemilik APMS PT. Hidayah tersebut mengatakan bahwa minyak tersebut merupakan minyak jatah Polres Kapuas Hulu yang mana Polres Kapuas Hulu mendapatkan jatah minyak jenis premium dan solar untuk operasional dari Pertamina masing-masing sebanyak 1 (satu) tengki/perbulan dan diperkirakan kurang lebih  14.000 liter/ tiga bulan. Namun kata Ajan karena Polres Kapuas Hulu tidak memiliki gudang untuk itu, maka minyak jatah Polres Kapuas Hulu kemudian dititipkan di APMS PT.Hidayah. <br /><br />“Jadi ini bukan minyak yang akan diselewengkan tetapi ini minyak jatah operasional Polres Kapuas Hulu yang mana sudah ada MOU dengan pihak Pertamina, Kita bawa sesuai ketentuan yang ada dari Pertamina kita bawalah ke Perintis karena jatah mereka memang dititipkan melalui Kita, itu memang sesuai jatah untuk operasional Polres Kapuas Hulu,” jelasnya. <br /><br />Sementara itu keluhan puluhan warga tersebut yang disampaikan oleh Agok Syahril mewakili rekan-rekannnya di hadapan Kasat Sabara Polres Kapuas Hulu bahwa pihak APMS PT. Hidayah tersebut diduga menyalahgunakan minyak bersubsidi yang diperuntukan bagi masyarakat dengan menjualnya keluar tanpa melalui APMS yang sering dilakukan pada malam hari, tidak hanya itu puluhan warga tersebutpun mengeluhkan harga di APMS PT. Hidayah yang menjual BBM diatas Harga Eceran Tetap (HET) yang ditetapkan oleh Pemeritah. Seharusnya harga minyak jenis premium dijual Rp.4.500,00/liter, namun yang terjadi dilapangan malah dijual Rp. 5.500,00. <br /><br />“untuk kebenarnya diharapkan para aparat penegak hukum dapat melakukan pengawasan dengan maksimal, namun inilah yang Kami alami,” ungkap Agok mewakili puluhan warga.<br /> <br />Sementara itu AKP Sukimi selaku Kasat Sabhara Polres Kapuas Hulu menampung baik itu keluhan dari warga maupun penjelasan dari pihak APMS PT. Hidayah terkait penahanan yang dilakuakan warga kepada mobil tengki, namun kata Sukimi karena minyak tersebut informasinya merupakan jatah untuk operasional Polres Kapuas Hulu, Sukimi mengatakan bahwa untuk lebih jelasnya akan disampaikan bagian gudang Polres Kapuas Hulu dan apa yang menjadi keluhan puluhan warga tersebut dan penjelasan dari pihak APMS PT. Hidayah dan untuk lebih jelasnya akan disampaikan oleh Kapolres Kapuas Hulu keesokan harinya terkait jatah Operasional Polres Kapuas Hulu. <br /><br />“Jadi disini Saya hanya memfasilitasi agar tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan, apa yang menjadi keluhan warga maupun penjelasan dari pihak APMS tentunya akan Saya sampaikan ke Kapolres ” ungkap Sukimi.<strong>(phs)</strong></p>