Diknas: Kalbar Kekurangan Guru PLB

oleh
oleh

Kepala Bidang TK, SD dan SLB Dinas Pendidikan Kalimantan Barat, Sunyata, mengatakan bahwa sampai saat ini provinsi setempat masih kekurangan tenaga pengajar untuk pendidikan luar biasa (PLB). <p style="text-align: justify;">"Saat ini jumlah guru PLB di Kalbar hanya 143 orang, baik negeri maupun swasta yang ditempatkan pada beberapa SLB dari tingkat SD hingga SMA di seluruh Kalbar. Sebenarnya kebutuhan kami untuk guru PLB ini lebih dari 250," kata Sunyata di Pontianak, Rabu.<br /><br />Menurutnya, kekuarangan guru tersebut jelas akan mempengaruhi efektivitas pembelajaran yang berlangsung di sebuah SLB. Namun, pihaknya akan mengupayakan untuk memenuhi kebutuhan guru PLB di Kalimantan Barat, salah satunya dengan cara menggunakan tenaga guru kontrak.<br /><br />"Hal itu juga sudah dilakukan beberapa SLB negeri yang ada di Kalbar. Karena untuk skolah swasta tentu mereka akan memenuhi sendiri tenaga pengajarnya," tuturnya.<br /><br />Sunyata menjelaskan, pihaknya juga terus memenuhi kebutuhan pendidikan bagi siswa SLB tanpa memberikan perlakuan sama dengan sekolah untuk anak normal lainnya.<br /><br />"Kami tidak boleh melakukan diskriminasi, makanya kita terus meningkatkan kualitas pendidikan di SLB agar hasil pendidikan bisa mencapai tujuannya. Harapan kita anak-anak yang bersekolah di SLB bisa memenuhi kebutuhan hidup mereka setelah selesai sekolah, makanya kita bekali juga mereka dengan berbagai keahlian khusus layaknya seperti di SMK," katanya.<br /><br />Upaya lainnya yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kalbar untuk meningkatkan mutu siswa SLB adalah dengan rutin menggelar kegiatan lomba diberbagai tingkat pendidikan seperti O2SN dan OSN.<br /><br />"Hanya saja karena kegiatannya diarahkan untuk anak-anak SLB, jelas perlobaannya juga disesuaikan. Namun, bisa dilihat sendiri, setiap tahunnya kami juga selalu mengutus siswa SLB untuk mengikuti berbagai perlombaan di tingkat Nasional," katanya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>