Diknas Kalbar Klaim Tingkat Kelulusan SMP Meningkat

oleh

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalbar Alexius Akim mengklaim tingkat kelulusan ujian nasional SMP sederajat di provinsi itu meningkat hingga 20 persen bila dibanding tahun 2010, meskipun secara nasional berada diurut paling bawah. <p style="text-align: justify;">"Jangan kita bandingkan dengan perolehan sekarang, tetapi coba bandingkan dengan tingkat kelulusan UN SMP/sederajat sebelumnya, yakni UN pertama tahun 2010 sebesar 72,51 persen, UN kedua 98 persen. Nah sekarang tingkat kelulusannya meningkat yakni sebesar 93,85 persen," kata Alexius Akim di Pontianak, Sabtu.<br /><br />Jauh hari sebelumnya, dia juga tidak menargetkan tingkat kelulusan yang muluk-muluk.<br /><br />"Saya beberapa kali ngomong ke media hanya menargetkan kelulusan SMP/sederajat 82-90 persen, tetapi nyatanya malah melebihi angka itu meskipun harus menerima Kalbar berada dibawah ditingkat nasional," ucap Akim.<br /><br />Menurut dia, dalam permasalahan itu berbagai pihak untuk tidak saling menyalahkan, karena semuanya salah, baik dari Pemerintah Pusat dan daerah, dinas pendidikan provinsi maupun kabupaten/kota.<br /><br />"Kita tidak boleh menyalahkan para guru yang telah berusaha sekuat tenaga, sehingga tingkat kelulusan naik sebesar 20 persen dari tahun sebelumnya," tuturnya.<br /><br />SD-SMP satu atap yang membuat anjloknya persentase kelulusan SMP sederajat di provinsi itu, karena dengan sistem itu masih banyak sekolah satu atap itu yang kekurangan guru SMP sehingga guru SD dengan terpaksa ikut mengajar di jenjang SMP, katanya.<br /><br />Selain itu, sarana dan prasarana infrastruktur juga salah satu penyebab rendahnya tingkat kelulusan SMP/sederajat, terutama untuk sekolah yang berada di kawasan pedalaman dan perbatasan, kilah Akim.<br /><br />"Dari data kami, tingkat kelulusan yang paling anjlok memang berada di kawasan pedalaman dan perbatasan seperti di Kabupaten Sambas," kata Akim.<br /><br />Data Diknas Kalbar mencatat sebanyak 3.722 siswa atau 6,15 persen dari 60.518 peserta ujian nasional tingkat SMP sederajat tahun ajaran 2010/2011 di provinsi itu dinyatakan tidak lulus. Sementara tingkat kelulusan mencapai 93,85 persen atau sebanyak 56.796 siswa lulus UN dari jumlah peserta 60.518 siswa.<br /><br />Jumlah sekolah dengan tingkat kelulusan 0 hingga 20 persen sebanyak 4 sekolah, 20 – 50 persen sebanyak 39 sekolah, 50 – 75 persen sebanyak 78 sekolah, 75 – 99,99 persen sebanyak 324 sekolah dan lulus 100 persen sebanyak 694 sekolah.<br /><br />Tingkat kelulusan UN SMP sederajat tertinggi di Kabupaten Sekadau 99,85 persen atau sebanyak 2.589 siswa dan terendah di Kabupaten Kayong Utara sebesar 23,30 persen atau sebanyak 301 siswa.<br /><br />Sementara untuk jumlah siswa tidak lulus terbesar di Kabupaten Sambas sebanyak 1.124 siswa dan terkecil di Kabupaten Sekadau sebanyak 4 siswa, paparnya.<br /><br />Untuk jumlah rata-rata UN SMP/sederajat tertinggi di Kota Pontianak, yakni 29,20, sementara jumlah rata-rata terendah di Kabupaten Kayong Utara sebesar 23,99. Rata-rata mata pelajaran Bahasa Indonesia tertinggi di Kota Pontianak 7,18, terendah di Kayong Utara 6,30.<br /><br />Rata-rata mata pelajaran Bahasa Inggris tertinggi di Kota Pontianak 7,83, terendah di Kabupaten Sambas 6,30, untuk rata-rata Matematika tertinggi di Kota Pontianak 7,22, terendah di Sambas 5,58. Dan rata-rata mata pelajaran IPA tertinggi di Kabupaten Sanggau 7,01 dan terendah di Kabupaten Kayong Utara 6,02.<br /><br />Berikut daftar rangking kelulusan tertinggi di Kalimantan Barat :</p> <ul> <li>Kabupaten Sekadau 99,85 persen, </li> <li>Kabupaten Melawi 99,72 persen, </li> <li>Kabupaten Landak 99,54 persen, </li> <li>Kabupaten Kapuas Hulu 99,07 persen, </li> <li>Kota Pontianak 98,72 persen, </li> <li>Kabupaten Sintang 98,57 persen, </li> <li>Kabupaten Kubu Raya 98,41 persen, </li> <li>Kabupaten Sanggau 96,72 persen, </li> <li>Kota Singkawang 93,20 persen, </li> <li>Kabupaten Pontianak 90,81 persen, </li> <li>Kabupaten Bengkayang 85,51 persen, </li> <li>Kabupaten Ketapang 82,96 persen, </li> <li>Kabupaten Sambas 82,89 persen dan </li> <li>Kabupaten Kayong Utara 76,70 persen. <strong>(phs/Ant)</strong></li> </ul>