Diknas Kalteng Gelar Workshop Pengembangan Pendidikan Inklusif

oleh

Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Workshop Rencana Pengembangan Pendidikan Inklusif se-Kalimantan Tengah selam dua hari, 24-26 Oktober 2011 di Palangka Raya. <p style="text-align: justify;">Peserta Workshop Rencana Pengembangan Pendidikan Inklusif se Kalteng berjumlah 53 orang, terdiri dari kepala dinas, kepala bidang yang menangani sekolah inklusif, kepala sekolah SD penyelenggaran dan calon penyelenggara pendidikan inklusif, kata Mursenie, Ketua Panitia Penyelenggara.<br /><br />Tujuan dari Workshop Rencana Pengembangan Pendidikan Inklusif 2011 tersebut, dalam upaya meningkatkan pengertian dan pemahaman tentang Program Pendidikan Inklusif baik landasan filosofi, yuridis, pedagogis, dan empiris.<br /><br />?Tujuan lainnya adalah, meningkatkan pemahaman tentang prinsif penyelenggaraan pendidikan inklusif, keutamaan dan sisi positif pendidikan inklusif maupun implementasi pengetahuan pendidikan inklusif,? ujarnya.<br /><br />Bahkan, sebut dia, tujuan dari kegiatan workshop dapat meningkatkan pemahaman tentang bagaimana mengidentifikasikan dan mengaksesment anak berkebutuhan khusus serta menyusunrencana aksi pengembangan pendidikan inklusif di daerah kabupaten/kota masing-masing.<br /><br />"Hasil yang diharapkan setelah mengikuti workshop ini diharapkan peserta memiliki pengetahuan tentang pendidikan inklusif dan memiliki rencana aksi pengembangan pendidikan inklusif di masing-masing daerah," ujarnya.<br /><br />Dijelaskannya, narasumber yang memberikan materi pada Workshop Rencana Pengembangan Pendidikan Inklusif 2011 se Kalteng berjumlah enam orang. Mereka terdiri dari lima orang narasumber dari daerah dan satu orang nara sumber dari pusat.<br /><br />Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Guntur Talajan SH MPd mengatakan, dengan dilaksanakannya workshop tersebut, maka semua yang terkait dalam pendidikan inklusif bisa melakukan langkah atau aksi pengembangan pendidikan tersebut.<br /><br />?Saya berharap masing-masing kabupaten/kota dapat melakukan aksi pengembangan pendidikan inklusif, setelah mendapatkan pelatihan ini,? tandasnya.<strong> (das/ant)</strong></p>