Dimakan Usia, Armada Damkar di Melawi Tak Layak Pakai

oleh

Kondisi Armada kebakaran Melawi yang sudah tua, membuat para anggota pemadam kebakaran (Damkar) Pemkab Melawi mengkhawatirkan ketika dibutuhkan armada tersebut tak bisa difungsikan. <p style="text-align: justify;">Hal tersebut disampaikan Kepala Seksi (Kasi) Pemadam Kebakaran Satpol PP Melawi, YF Simen. Menurutnya, saat ini kondisi satu armada pemadam kebakaran (damkar) yang ada di Satpol PP Melawi sangat jauh dari yang diharapkan.<br /><br />“Bidang pemadam kebakaran Satpol PP yang hanya memiliki 1 unit damkar sudah tidak efektif untuk digunakan karena kondisi mesin tua dan sering mogok(macet), apabila suatu waktu nanti digunakan,” ujar YF Simen, kemarin.<br /><br />Lebih lanjut Simen mengatakan, armada yang ada juga hanya berkapasitas menampung untuk 4000 liter air saja. Makanya kata Simen, apabila nanti ada musibah kebakaran saat menggunakan armada itu, penembak air otomatis hanya bisa digunakan sekitar 5 menit untuk menghabiskan air yang 4000 liter tersebut.<br /><br />Menurut Simen, upaya penanggulangan musibah kebakaran akan maksimal, apabila disediakan armada damkar penyuplai air berdasarkan rasio jumlah penduduk. Simen mengungkapkan 1 unit armada yang beroperasi saat ini dengan kondisi sering rusak, masih sangat kurang.<br /><br />Dijelaskannya, perbandingan antara armada yang ada saat ini dengan beban pelayanan yang harus diberikan kepada masyarakat umum sangat tak ideal. Asumsinya kata Simen, untuk 1 unit armada harus melayani 10 ribu jiwapenduduk. <br /><br />“Untuk Melawi khususnya di kota Nanga Pinoh seharusnya efektif butuh belasan unit armada,” ujarnya.<br /><br />Lebih jauh dikatakan, dengan kondisiMelawi tak memiliki armada damkar takideal itu, apabila ada musibah kebakaran, maka pihaknya tidak akan bisa maksimaldalam upaya penyelamatan musibah kebakaran. Dia berharap Pemkab Melawi tahun 2018 mendatang menambah jumlah armada damkar itu paling tidak 3 – 4 unit, sehingga upaya penyelamatan kebakaran bisa efektif terlaksana.<br /><br />Diakui Simen, pihaknya sejak tahun 2015 hingga tahun 2017 ini terus mengusulkan penambahan damkar melalui RKA, namun tak pernah realisasi. “Tahun ini kami kembali mengusulkan penambahan armada damkar ini di APBD Melawi 2018. Kami berharap usulan penambahan armada ini bisa terakomodir Pemkab dan DPRD Melawi di APBD Melawi 2018, karena untuk kepentingan masyarakat umum,” harapnya.<br /><br />Dibandingkan dengan kabupaten tetangga lanjutnya, seperti Kabupaten Sekadau saat ini memiliki 4 unit dan Kabupaten Sintang mencapai 7 unit damkar. <br /><br />“Melawi yang hanya memiliki 1 unit damkar, itupun sudah kondisi tak maksimal digunakan karena sering masuk bengkel,” keluhnya.<br />  <br />Ditambahkan, sebenarnya penambahan damkar ini bisa terwujud di Melawi tanpa menggunakan APBD Melawi, karena pusat juga menyediakan dana alokasi khusus (DAK) kepada daerah. “Namun sepertinya dari Pemkab Melawi selama ini belum pernah untuk  berkoordinasi dengan pusat, bagaimana upaya mendapatkan bantuan damkar melalui DAK ini,” ungkapnya.<br /><br />“Kami hanya bisa berharap kepada para pengambil kebijakan baik di Pemkab atau DPRD Melawi soal penambahan armada ini bisa terakomodir melalui bantuan pusat atau APBD Melawi tahun 2018, sebagai bagian dari kepentingan umum masyarakat Melawi,” pungkasnya. (KN)</p>