Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya terus melakukan sosialisasi dan pembagian abate untuk mengantisipasi maraknya kasus Demam Berdarah Dengue yang terjadi pada beberapa daerah di kabupaten itu. <p style="text-align: justify;">"Kita sudah menginstruksikan kepada semua puskesmas, pustu dan penyuluh kesehatan yang ada di setiap kecamatan untuk menggencarkan penyuluhan dan pembagian abate kepada warga," kata Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya Titus Nursiwan di Sungai Raya, Selasa.<br /><br />Dia mengatakan, berdasarkan informasi yang didapatnya dari seluruh puskesmas yang ada di kabupaten itu hingga saat ini sudah ada sekitar 109 warga yang terkena DBD.<br /><br />Untuk penderita DBD terbanyak berada di Kecamatan Sungai Raya dengan jumlah penderita sebanyak 60 orang. Selebihnya menyebar di beberapa kecamatan lainnya.<br /><br />"Dari 109 jumlah penderita DBD tersebut, saat ini sudah ada dua orang yang meninggal pada bulan Oktober lalu. Untuk itu kita mengimbau masyarakat untuk waspada dan bisa melakukan upaya pencegahan," katanya.<br /><br />Titus menyarankan, upaya yang mudah dilakukan untuk mencegah DBD adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan gerakan 3M yang diyakininya sudah diketahui masyarakat luas.<br /><br />"Saya yakin masyarakat sudah mengetahui cara pencegahan DBD, hanya masyarakat kurang aktif untuk menjaga kebersihan lingkungan. Untuk itu kita berharap masyarakat bisa meningkatkan kepeduliannya, dari pada ada keluarga kita yang terkena, lebih baik kita mencegah dari awal," katanya.<br /><br />Titus juga mengatakan, pada saat musim hujan seperti saat ini masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaannya. Pasalnya, tidak hanya DBD yang mudah menyerang, tetapi penyakit lainnya seperti diare, flu, dan penyakit perubahan musim lainnya juga patut diwaspadai.<br /><br />Selain melakukan penyuluhan dan pembagian bubuk abate, Dinkes Kubu Raya juga menggalakkan pemberantasan sarang nyamuk.<br /><br />Titus menyebutkan, PSN merupakan salah satu upaya untuk mencegah terjadinya korban DBD.<br /><br />"Sebab, PSN membuat masyarakat menjaga kebersihan lingkungan masing-masing. Program PSN ini dengan melibatkan lintas sektor seperti Dinas Kebersihan serta partisipasi masyarakat," tuturnya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>















