Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat mengimbau setiap dinas kesehatan kabupaten dan kota untuk siap menghadapi siklus tiga tahunan penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD). <p style="text-align: justify;">"Tahun 2012 memasuki siklus tiga tahunan penyakit DBD. Untuk itu kami mengimbau setiap dinas kesehatan kabupaten- kota mempersiapkan diri mulai dari saat ini. Memasuki siklus tiga tahunan ini biasanya terjadi KLB, khususnya untuk daerah Kota Pontianak dan sekitarnya," kata Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, Andi Jap di Pontianak, Senin.<br /><br />Andi menjelaskan, berdasarkan data yang ada, pada tahun 2009 sejak Januari hingga awal Juni ada 400 penderita DBD di Kalbar dan sembilan di antaranya meninggal dunia.<br /><br />"Pada periode yang sama tahun 2010, kasus DBD di Kalbar mengalami penurunan dari tahun 2009 mencapai sekitar tiga ratus orang," katanya.<br /><br />Kemudian pada tahun 2011, jumlah penderita DBD di Kalbar kembali mengalami peningkatan sekitar 1000 kasus lebih, namun tidak seperti saat KLB tahun 2009, kata dia lagi.<br /><br />Hingga saat ini belum ada daerah di Kalbar yang steril atau bebas dari kasus DBD dan justru ada kecenderungan peningkatan kasus. Hal itu dipengaruhi faktor mobilitas penduduk yang pernah terjangkit DBD dari daerah di luar Kalbar maupun antardaerah di wilayah Kalbar.<br /><br />Selain itu, faktor perubahan cuaca juga memengaruhi peningkatan kasus DBD tersebut.<br /><br />Berdasarkan hal tersebut, untuk mengantisipasi terulangnya KLB pada tahun 2009, pihaknya melakukan upaya antisipasi dengan menggerakkan semua tenaga yang ada baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota.<br /><br />"Karena provinsi hanya bersifat membantu kabupaten- kota, yang lebih berperan dalam penanganan DBD adalah pemerintah daerah sendiri. Namun, bila pemerintah kabupaten dan kota kekurangan anggaran atau tenaga untuk penanganannya, kita siap membantu, hanya saja sesuai dengan ketentuan yang ada kita hanya bisa membantu 10 persen saja," kata Andi.<br /><br />Selain DBD, penderita malaria di Kalbar tahun 2009 juga mengalami peningkatan cukup signifikan.<br /><br />Data Dinkes Kalbar menunjukkan, pada catur wulan pertama 2009 ada 5.068 penderita malaria yang dilaporkan enam dari 14 kabupaten- kota di Kalbar. Bahkan satu daerah di Kalbar, yakni Kabupaten Pontianak dinyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) malaria setelah ditemukan empat penderita yang meninggal dunia pada awal Mei. <strong>(phs/Ant)</strong></p>















