Dinas Pariwisata Gelar Workshop Sulam Kelenkang

oleh

Untuk melestarikan ragam hias tekstil etnik Melayu yang ada di kabupaten Sintang, dinas pariwisata menggelar workshop sulam Kelengkang. Workshop yang diikuti oleh ibu-ibu anggota gabungan organisasi wanita (GOW) ini dilaksanakan di gedung Pancasila Sintang pada Senin (2/4) kemarin. <p style="text-align: justify;">“Begitu banyak warisan budaya orang tua kita di daerah ini yang memiliki nilai estetika dan ekonomi yang tinggi. Namun sayangnya,hampr punah karena tidak banyak lagi yang menggelutinya. Maka pada kesempatan workshop ini, mari kita gali potensi ragam hias tekstil yang ada di daerah kita ini, yati sulam Kelengkang,”papar kepala dinas pariwisata H.Senen Maryono pada kegiatan tersebut.<br /><br />Di kesempatan yang sama, wakil bupati Sintang Ignasius Juan yang didaulat membuka kegiatan secara resmi mengatakan bahwa jika selama ini mayarakat Sintang dan luar Sintang lebih mengenal tenun ikat khas Dayak, itu karena perhatian yang besar dari yayasan Kobus dan pemerintah terhadap tenun ikat. Padahal potensi budaya ragam hias tekstil yang ada di daerah ini tidak hanya tenun ikat.<br /><br />“Artinya sulam Kelengkang ini juga memiliki keindahan dan keunikan tersendiri. Maka setelah tenun ikat, masyarakat Sintang harus dikenalkan pula dengan sulam Kelengkang ini,”pungkasnya. <br />Bahkan menurutnya tidak menutup kemungkinan ada ragam hias tekstil lain yang akan muncul dan tergali setelah kegiatan workshop tersebut. <br /><br />Kegiatan workshop diikuti sekitar 50 orang anggota GOW, sementara untuk instrukturnya, pihak dinas pariwisata mendatang dua orang pakar sulam Kelengkang dari kabupaten Sanggau. <br />“Kami senang bisa memberikan pelatihan pada workshop ini. Karena dengan  workshop ini artinya pemerintah melalui dinas pariwisata punya kepedulian untuk melestarikan salah satu kekayaan budaya masyarakat Melayu,”ungkap Rifa’I, instruktur workshop sulam Kelengkang yang sengaja didatangkan oleh panitia.<br /> <br />Ditempat yang sama, ketua GOW Sintang Hj.Sriwani menyatakan sangat menyambut baik kegiatan workshop yang dilakukan oleh dinas pariwisata. <br />“Bagus sekali kegiatan ini. Sebagai orang Sintang saja, saya malah belum paham dan bisa membuat sulam Kelengkang ini. kami juga senang sekali, karena yang menjadi peserta kegiatan ini adalah ibu-ibu anggota GOW. Kita berharap peserta bisa serius dan kemudian ada yang bisa mengembangkan menjadi lebih besar setelah mengikuti workshop ini,”harapnya.<br /><br />Menurut legislator Gerindra ini, beberapa waktu lalu ia pernah membawa sejumlah anggota GOW untuk melakukan study banding ke sejumlah daerah di luar untuk belajar berbagai ketrampilan. Termasuk ketrampilan menyulam. Ia pun berharap dasar yang dimiliki oleh para anggota GOW tersebut, akan semakin mempermudah peserta untuk mempelajari pembuatan sulam Kelengkang. <strong>(ek/ast)</strong></p>