Dinas Pertanian Siap Bantu Kesulitan Petani Kotabaru

oleh
oleh

Dinas Pertanian Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, siap membantu kesulitan petani di wilayah Bumi Asih, Kelumpang Selatan dan sekitarnya untuk mengembangkan usahanya. <p style="text-align: justify;">Kepala Dinas Pertanian Kotabaru H Zuhairil Anwar, di Kotabaru, Selasa, mengatakan, potensi pertanian di Bumi Asih cukup bagus, sehingga perlu didukung dengan maksimal agar para petani tidak menemui kendala yang dapat menghambat usaha petaniannya.<br /><br />Zuhairil mengakui masih ada kelemahan atau keterbatasan petugas pertanian di lapangan dalam membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi petani di daerah.<br /><br />Guna mendukung kinerja Dinas Pertanian, Zuhariril akan menerima saran dan keluhan dari tokoh masyarakat bahkan dari petani selaku penerima manfaat langsung.<br /><br />Ia berharap, selain menyampaikan masalah, petani juga diminta mampu memberikan pertimbangan solusi yang terbaik.<br /><br />"Jadi Dinas Pertanian tinggal mendukung program, atau dana untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi para petani di daerah," terangnya.<br /><br />Seorang petani di Bumi Asih Rochmad, mengaku banyak mengalami kerugian puluhan juta rupiah setelah gagal panen akibat banjir dan tanaman padinya diserang hama tikus.<br /><br />Hal yang sama juga dialami dasim, Abdul Rahim petani asal Jawa Timur tersebut.<br /><br />"Kami tidak mampu lagi mengantisipasi serangan hama, karena sejak padi itu mulai keluar (mbrobot), tikus sudah langsung menyerang dan memotong-motong batang padi," kata Abdul Rahim.<br /><br />Lengkap sudah serangan hama padi pada musim tanam kali ini, di bagian atas padi diserang burung pipit, sementara di bagian bawah batang padi dibabat oleh hewan pengerat atau tikus.<br /><br />Terlebih dalam kondisi curah hujan tinggi ini, hama tikus semakin merajalela menyerang tanaman padi di persawahan, ujarnya.<br /><br />Rohim mengaku pernah beberapa kali mencoba memberikan racun tikus, diantaranya, dengan menggunakan media yuyu (kepiting sawah) yang dipanggang kemudian diisi racun temik, dan memberi umpan klerat yang disebar di jalur-jalur yang sering dilalui tikus.<br /><br />Namun usaha tersebut sepertinya sia-sia belaka, karena hama tikus yang, menyerang tanaman padi jauh lebih besar daripada racun dan klerat yang dipasang para petani di daerah itu.<br /><br />Hama tikus tersebut, menyerang tanaman padi pada malam hari, tetapi pada siang hari tanaman padi itu diserbu ribuan ekor burung pipit.<br /><br />"Jika serangan burung masih bisa dihalau, tetapi untuk hama tikus tidak dapat cukup dihalau atau diberi racun semata.<strong>(phs/Ant)</strong></p>