Kepala Seksi Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kalimantan Barat, Aning Hastuti mengharapkan masyarakat untuk aktif membawa anak-anaknya ke posyandu atau puskesmas terdekat untuk mendapatkan imunisasi campak dan polio agar terhindar dari dua penyakit tersebut. <p> "Saat ini masih ada sembilan daerah di Kalbar yang belum memenuhi target pemberian imunisasi campak dan polio. Saya rasa selain dinas setempat perlu lebih giat lagi melakukan sosialisasi, peran aktif masyarakat tentu harus diutamakan," kata Aning di Pontianak, Jumat.<br /><br />Aning menjelaskan campak merupakan penyakit menular dengan gejala kemerahan berbentuk makulo popular selama tiga hari yang didahului dengan panas tinggi selama 38 derajat celcius disertai, batuk, pilek dan mata merah.<br /><br />Sedangkan polio, merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus polio yang dapat mengakibatkan kelumpuhan yang permanen bagi balita hingga tumbuh dewasa.<br /><br />"Gejala klinis terserang campak yaitu dengan ditandai panas badan hingga 38 derajat celcius kemudian timbul gejala kemerahan pada tubuh setelah satu minggu sampai satu bulan akan berubah kehitaman sehingga kulit tampak bersisik dan disertai batuk, pilek serta mata merah," katanya.<br /><br />Sebisa mungkin, kata Aning, setelah terdapat tanda-tanda awal sebaiknya segera dibawa ke rumah sakit atau pihak medis agar dapat ditangani secepatnya sehingga tidak menimbulkan kematian.<br /><br />Sementara itu, penyakit polio lebih banyak menyerang anak-anak kelompok umur di atas tiga tahun.<br /><br />Penyakit itu dapat menular melalui manusia yaitu dengan transmisi virus masuk ke dalam tubuh melalui mulut, jari tangan dan kaki.<br /><br />Untuk itu, Dinkes Kalbar mengimbau masyarakat untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh virus Morbili tersebut.<br /><br />Makanya, dalam sosialisasi tersebut, petugas kesehatan dan kader disamping melakukan penyuluhan penyakit juga memberikan imunisasi.<br /><br />"Jadi petugas kesehatan bersama kader, melakukan penyuluhan tentang apa itu penyakit campak dan polio. Sekaligus memberikan imunisasi campak dan polio, pada puskesmas dan poskesdes terdekat yang telah disediakan," kata Aning.<br /><br />Dia mengaku, antisipasi pencegahan peningkatan kasus campak ini bertujuan untuk menyingkirkan (eliminasi) campak dan eradikasi polio. Maka, pihaknya mengimbau kepada seluruh orangtua yang mempunyai balita umur 0-59 bulan, untuk datang ke pos imunisasi terdekat, untuk mendapatkan imunisasi campak dan polio tersebut.<br /><br />"Sehingga kasus campak dan polio dapat disingkirkan atau dimusnahkan," tuturnya. <strong>(ant)</strong></p>


















