Dinkes Kubu Raya Imbau Masyarakat Waspadai ISPA

oleh

Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat, mengimbau masyarakat untuk mewaspadai penyakit infeksi saluran pernapasan akut akibat kabut asap yang semakin tebal di daerah itu. <p style="text-align: justify;">"Minimnya intensitas curah hujan di wilayah Kabupaten Kubu Raya dan Kota Pontianak, berdampak pada kabut asap yang menyelimuti saat ini. Untuk itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya meminta kepada masyarakat untuk mengantisipasi penyakit ISPA," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya Titus Nursiwan di Sungai Raya, Jumat.<br /><br />Selama beberapa pekan terakhir, cuaca Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya cenderung panas. Kondisi tersebut, diperparah dengan kabut asap yang menyelimuti daerah tersebut dalam beberapa hari terakhir ini.<br /><br />Titus menjelaskan bahwa penyakit ISPA dapat menyerang siapa saja, tanpa memandang usia.<br /><br />Ia mengharapkan masyarakat setidaknya memahani bagaimana mengantisipasi agar tidak terserang penyakit itu, seperti saat keluar rumah menggunakan masker. Mereka harus mulai sadar untuk menjaga kesehatannya.<br /><br />"Untuk mencegah hal ini terus berlanjut, seharusnya juga ada kesadaran bersama di seluruh kalangan masyarakat, bahwa di musim kondisi cuaca yang tidak menentu ini dengan kabut asap yang mulai menyelimuti, masyarakat tidak lagi menambah ketebalan asap dengan melakukan pembakaran lahan," katanya.<br /><br />Dia mengatakan tidak dapat dipungkiri bahwa antara kondisi cuaca panas dan kabut asap ditambah debu yang saat ini terjadi di Kabupaten Kubu Raya menjadi penyebab utama ISPA.<br /><br />"Untuk itu masyarakat harus paham dan mengerti bagaimana menjaganya dan mengantisipasi penyakit tersebut," katanya.<br /><br />Berdasarkan pengalaman menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu seperti saat ini, katanya, batuk dan pilek juga biasanya menyerang masyarakat.<br /><br />"Guna mengantisipasi kondisi ini semakin parah, Dinas Kesehatan Kubu Raya terus menggalakan sosialisasi di masyarakat agar dapat mengetahui penyebab serangan penyakit itu dan bagaimana melakukan pencegahannya. Kami berharap, masyarakat yang telah paham dengan penyebab dan pencegahan dapat menekan angka penderita ISPA saat kondisi cuaca yang tidak menentu seperti ini," katanya.<br /><br />Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika Supadio Pontianak mencatat 49 titik api yang terjadi selama Januari 2014.<br /><br />"Dari pantauan melalui satelit yang kita lakukan, sejak tanggal 4 Januari terdeteksi titik api yang tersebar pada beberapa kabupaten yang ada di Kalbar. Jumlahnya terus bertambah sampai tanggal 29 Januari kemarin mencapai 49 titik," kata prakirawan BMKG Supadio Pontianak Sutikno.<br /><br />Dia mengatakan 49 titik api tersebut, tersebar di Kapuas Hulu (14), Sintang (7), Ketapang dan Bengkayang, masing-masing enam titik api, Kubu Raya (5), Sambas dan Sanggau, masing-masing tiga titik api, Kayong Utara, Melawi, dan Sekadau, masing-masing satu titik api.<br /><br />"Sepertinya titik api tersebut terus bertambah setiap harinya dan memang perlu mendapatkan perhatian serius dari setiap pemerintah kabupaten," katanya.<strong> (das/ant)</strong></p>