Dinkes Melawi Siap Laksanakan PIN Selama Seminggu

oleh

Dinas Kesehatan (Diskes) Melawi akan menggelar Pekan Imunisasi Nasional (PIN) pada 8-15 Maret. Kegiatan tersebut direncanakan akan dibuka langsung oleh Bupati di depan Kantor Bupati, Selasa (8/3) besok. <p style="text-align: justify;">Dengan adanya PIN tersebut, kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Melawi, dr. Ahmad Jawahir mengajak kepada seluruh masyarakat,  terutama kaum ibu untuk berbondong-bondong, membawa anak mereka ke Puskesmas, Puskesdes, maupun Pustu terdekat.<br /> <br />“Jadi kegiatan ini serempak dilaksaakan di Puskesmas Pustu maupun Puskesdes dan Posyandu. Kegiatan ini dilaksanakan Selama Seminggu. Masyarakat diharapkan untuk mengikuti, karena kegiatan ini jarang dilaksanakan,” Katanya ditemui di ruangan kerjanya, Senin (7/3).<br /> <br />Ahmad mengatakan, peberian vaksi polio berupa imunisiasi, kepada balita umur. 0-5 tahun. Sebab virus polio sangat berbahaya bagi pertumbuhan anak, mulai dari kelumpuhan hingga bisa menyebabkan kematian. <br /><br />Gejala yang timbul bagi penderita polio, lanjutnya,  seperti penyusutan otot gerak. Dampaknya bisa menyebabkan sang anak mengalami,  kelumpuhan atau cacat permanen. Bahkan dampak yang paling parah bisa menyebabkan kematian.  <br /><br />“Bahkan lebih bahaya jika polio menyerang  otot pernafasan. Bisa dibayangkan bila itu terjadi, tentu  bisa menyebabkan kematian,” jelasnya. <br /><br />Ahmad menjelaskan, penyakit polio merupakan penyakit yang tidak dapat diobati, dan hanya bisa dilakukan pencegahan dengan melakukan vaksin polio. “Tidak bisa di obati, hanya bisa dicegah dengan imunisasi,” ungkapnya. <br /><br />Ia juga menjelaskan bahwa virus polio bisa menyebar, melalui air ludah, ataupun tinja. Oleh karena itu secara perlahan sangat penting membangun kesadaran masyarakat, terutama bagi masyarakat yang masih banyak mandi mencuci dan buang air besar disungai, itu sangat rentan tertular. “Nah, ini tentunya tidak dalam waktu singkat bisa dirubah,” pungkasnya. (KN)</p>